Lost my friday

28/03/2014 at 11:19 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari Jum’at,  aku biasanya paling suka akan hari ini, tak ada jam mengajar, jam yang pendek sehingga waktu terasa lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang masih kurang atau belum aku selesaikan, dan hari ini aku kehilangan jum’atku, sedih rasanya jika hari jum’at ini aku habiskan waktu hanya dengan dirumah seperti yang terjadi hari ini, hanya karena semalam bercinta dengan waktu sampai menjelang pagi, akhirnya aku terbangun dengan pegal disekujur tubuh dan mata yang masih terasa berat, dan akhirnya aku benar-benar kehilangan jum’atku.

Tadi malam aku menemui Bapak sekretaris, masih kaitannya dengan “eskah spesial rasa durian dicampur es krim vanilla cokelatyang kemarin, orangnya lebih menenangkan hati daripada orang-orang tua yang aku temui sebelumnya, begitu baik, begitu membantu, dan tak segan-segan mengucapkan terima kasih padahal justru harusnya aku yang sangat-sangat berterima kasih karena beliau telah meluangkan waktu untuk bertemu denganku di sela-sela kesibukannya, orang ini hebat, pikirku saat itu, dan membuatku ingin menjadi seperti beliau yang dengan ikhlas membantu orang lain serta menenangkan hati orang yang bertemu dengannya. Orang yang benar-benar hebat.

Pada kesempatan terakhir, aku tuliskan nomor hpku jika ada kesalahan ataupun kekurangan, aku minta dihubungi, dan beliau mengiyakan, ‘akan saya bawa mas, nanti kalau sudah bisa jadi akan saya kabari’  katanya dengan lembut tanpa penekanan yang seperti sebelum-sebelumnya pernah aku alami, ketika bertemu dengan orang-orang tua itu. Orang-orang yang seperti ini yang menjadikan dunia lebih indah, bukan seperti neraka bagi mereka yang sedang membutuhkan.

“Semoga keberkahan selalu menyertaimu Bapak, untukmu dan keluarga kecilmu”  do’aku ketika menjabat tangan beliau sebelum akhirnya aku meninggalkan rumahnya malam tadi.

Advertisements

Karena kebodohan adalah…

26/03/2014 at 19:01 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

ketika diharuskan membuatkan “eskah spesial rasa durian dicampur es krim vanilla cokelat, selalu terjadi hal yang sama, aku akan bolak balik revisi seperti layaknya sedang bimbingan skripsi, dipikirnya aku masih Mahasiswa kali ya, dan seperti layaknya Dosen pembimbing skripsi, selalu menghilang disaat benar-benar dibutuhkan, ketiadaan seakan menjadi hal yang wajib untuk tak akan pernah dihilangkan, dan aku gak pernah mengerti aturan baku yang dibuat itu seperti apa, sehingga aku harus kembali dan kembali memperbaiki, bisa jadi ketika membuat ‘eskah’ aku akan pingsan dijalan yang aku lalui.

Dan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga buatku, yang membuatku sangat susah untuk tersenyum sekalipun, ketidaktahuanku, kebodohanku, keluguanku, kekurang telitianku dan semua pengalaman di hari ini jadi point penting sebagai koreksi diri buat kedepannya.

Pertama kali ketika mendengar untuk membuatkan “eskah spesial rasa durian dicampur es krim vanilla cokelat, aku tahu akan berurusan dengan mereka lagi, para orang-orang tua yang itu lagi, pengalaman pertama pada kegiatan dulu menjadikanku sedikit enggan berurusan dengan birokrasi yang berbelit ini, yang kemudian membuatku merasa seakan benar-benar menjadi mahasiswa skripsi lagi, gila… berapa kali aku harus merevisi dan mencari sesosok orang tua itu hanya untuk goresan tangan beliau yang konon katanya bertuah, satu waktu aku disarankan untuk tak kesitu, aku harus menemui beliau dirumahnya, waktu lain aku merasa seakan diingatkan untuk tak mengganggu kegiatan beliau, waktu lain lagi aku harus menunggu berjam-jam sampai beliau ingin menemui kami, dan satu waktu aku harus mendengar beliau bernyanyi di kedua telingaku untuk sebuah laporan yang katanya beliau dengar sebagai plagiasi, dan satu waktu sebuah berita sindiran untuk kehormatan dan tanda terima kasih yang lupa kuhaturkan, aku benar-benar lugu waktu itu, aku tersenyum sendiri, tertawa mengenangnya, keluguanku menjadikan bahan tertawaan untuk diriku sendiri. 😀

Hari ini, aku kembali menemui mereka, dan apa yang terjadi ?, 1 proses pengalaman yang sama, dengan point yang berbeda, makanya aku katakan diawal bahwa aku tak pernah mengerti, seperti apa aturan baku yang jadi patokan utamanya, dan aku akan pingsan dijalan yang akan aku lalui, 1 hal yang sama seperti sebelumnya, aku masih dianggap sebagai mahasiswa skripsi, dan ketiadaan beliau masih menjadi hal yang wajib yang sepertinya tak bisa dihilangkan.

Lalu bagaimana dengan kawan-kawan yang lain ?
Mereka baru akan berbicara ketika mereka menikmati prosesnya, hanya melihat, hanya akan menjadi sebuah prasangka negatif yang tak akan pernah berarti apapun, namun ketika mereka menikmati prosesnya sendiri, baru mereka akan tahu seberapa indahnya sebuah goresan tangan para orang-orang tua itu.

Dan apa yang Bang Buluk katakan dalam senandung rindunya, seakan menjadi pembenaran buatku, kau benar Bang, Pejamkanlah Mata, selayaknya berdoa kepada yang Kuasa, semoga Tuhan tunjukkan jalannya . . .

Subhanallah…Walhamdulillah…Wa lailla ha illallah huwallahu akbar…

Dibalik Cerita :

1. Bagaimana ceritanya sholat menghadap kearah timur; parah
2. Kok bisanya lupa rumah mantan kamad dulu; kena amnesia sesaat
3. Mau cari makan siang kenapa bisa sampai arah pemandian; karna lom mandi
4. Temenku bilang sepedanya didalem kantor, kenapa yg ku tengok malah ruangan kelas; perlu ke spesialis bedah otak
5. Nyari kunci motor padahal yg dicari ada didalem kantong celana; itu namanya bego’

Senandung pengantar tidur . . .

24/03/2014 at 20:13 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Untitledaku pee jaamm kaan mataaa
Selayaknya berdoa
kepada Yang Kuasa
Kau tunjukkan jalannya

s e l a m a t
 m a l a m

Yiaah, kangen sesaat itu . . .

19/03/2014 at 21:33 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

aahh,
kenapa tiba-tiba kangen Semarang, kangen kampung-kampung yang dulu pernah aku tempati, 😦
pengen kesana lagi ih, suasana malemnya, jalan-jalannya, kenapa jadi keinget semua gini, udah bertahun-tahun aku tak pernah kesana lagi, pengen keliling-keliling jalan kaki menikmati sudut-sudut yang dulu, dan angkringan yang jadi tempat menyandarkan lelahku pada malam hari-harinya,
Njir ik, gue kangen . . .
Njiiirrrr, gue harus benerin tas ransel dulu nih . . .

Boleh – Tahu ?

18/03/2014 at 17:08 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ehh sebentar mau tanya, ini Tokoh utamanya siapa ?
tiba-tiba saja pertanyaan ini muncul, jangan-jangan ada tokoh lain yang dimaksud, tokoh yang tak seperti apa yang dibayangkan, rasa penasaran pun mulai mengusiknya, dan dia masih bertanya-tanya, menerka-nerka sendiri, namun mungkin keberuntungan masih belum berada di pihaknya sore ini,,,

Boleh ?

Tahu ?

Peri Kecil…

17/03/2014 at 19:33 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Peri Kecil
Oleh : Super Glad

Dengarkanlah sejenak wahai peri kecilku
Biar rasa ini selalu untukmu
Genggam erat tanganku hingga kau merasa jemu
Tapi jangan kau lepas rasa di hatiku

Dan bila memang kita ‘kan jalani, jangan pernah kau padamkan hati ini
Dan bila nanti  kau merasa sedih, untukmu peri kecil ku bernyanyi

Percayalah padaku, ku ‘kan selalu menunggu
Hingga bulan dan bintang tak saling bertemu

Genggam erat tanganku hingga kau merasa jemu
Tapi jangan kau lepas rasa di hatiku

Untukmu peri kecil ku bernyanyi …

Percayalah padaku, ku ‘kan selalu menunggu
Hingga bulan dan bintang tak saling bertemu

Genggam erat tanganku hingga kau merasa jemu
Tapi jangan kau lepas rasa di hatiku

Dan bila memang kita ‘kan jalani, jangan pernah kau padamkan hati ini
Dan bila nanti  kau merasa sedih, untukmu peri kecil ku bernyanyi

untukmu peri kecil ku bernyanyi
Untukmu peri kecil ku bernyanyi …
Untukmu peri kecil ku bernyanyi ……
Untukmu peri kecil ku bernyanyi ………

—————————————————————————-

Dibalik Cerita :
Sebenarnya ni lagu buat mereka yang sudah punya momongan, seperti dikatakan Bang Buluk di awal video itu, laah teruss buat aku sendiri ? aku punya cerita yang lain kok, 🙂
by the way, buat bang Buluk, thank’s ya you’are rock pokoknya,,,,

Bad day,

15/03/2014 at 19:43 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari ini aku tepar, radang tenggorokan kambuh disusul demam dan kondisi tubuh benar-benar ngedrop, gejalanya sudah kerasa 2 hari sebelumnya, setelah minum minuman botolan dengan merek S****# dengan botol warna hijau, tenggorokanku mulai kerasa gak enak, dalam hati udah langsung feeling “Ah bakalan demam ni habis ini” ternyata benar, 1 hari setelah itu gejala demam mulai kerasa, sampai tadi malam tidurpun hanya bertahan paling lama 1 jam, jadi tiap 1 jam sekali selalu bangun, kemudian tidur lagi, dan bangun lagi,

Tiap kali radang aku kena, ujung-ujungnya memang selalu demam, gak tau seakan jadi urutan yang wajib, kemudian akan disusul batuk kalau gak pilek, tapi aku bersyukur kok, udah lama gak ngerasain sakit kayak gini, kata orang-orang kalau gak pernah sakit malah fatal biasanya, tau-tau malah sakit parah atau justru malah . . . . , itu kata orang sih, boleh percaya boleh tidak. 🙂

Dan soal ngedrop, iku mungkin karena beberapa hari ini selalu pulang sore, disusul pola makan yang tidak teratur ditambah lagi, hari Kamis,dengan PD nya hujan-hujanan tanpa jas hujan, sebenarnya aku suka hujan, aku paling seneng kalau pas hujan gede bisa menikmati guyurannya, gak tau kenapa, padahal kedinginan, sampai menggigil, tapi selalu ada keinginan untuk menikmatinya, dan Alhamdulillahnya kemarin kesampaian juga, gara-gara jas hujan yang biasanya ada di jok motor hari itu gak kebawa.

Jadi sore itu, aku pulang dengan membawa berkas-berkas untuk Ujian, yang biasanya gak pernah dibawa, hari itu kubawa dan aku masukkan kedalam tas, kemudian ditengah jalan mulai gerimis, motor aku mati’in aku berniat ambil jas hujan di jok, gak taunya malah gak kebawa, terpaksa menunggu hujan reda didepan salah satu fotokopi, hampir 1 jam menunggu kok hujannya gak reda-reda, yang ada malah makin besar, akhirnya tas yang berisi berkas-berkas ujian aku titipin sama mbaknya yang jaga fotokopian, “mbak, nitip tas dulu, ini isinya berkas-berkas, aku mau ambil jas hujan dulu” setelah itu udah, hujan-hujanan sepanjang jalan, buat ngambil jas hujan kemudian kembali lagi ke tukang potokopinya ambil tas dan pulang,

Malamnya, radang makin parah, demam udah mulai kerasa, masuk angin karena hujan-hujanan juga iya,

Kemudian hari Jum’at, badan udah anget semua, tapi tak paksain buat nyelesain kerjaan yang udah ditunggu deadline,pulang jam 5 sore, habis maghrib demam makin parah, minta dikerokin nyokap, dan tidur paling lama hanya 1 jam, pokoknya hari itu aku gak mau sakitt, makan aku banyakin, minum air putih aku tambahin, ngemil yang biasanya kagak pernah, aku coba paksain.

Hari ini, sabtu juga aku paksain buat berangkat, walaupun kepala rasanya bengel, aku paksain buat mandi, ikupun baru jam 7 lebih aku baru berani mandi, dan nyokap taunya aku ijin gak berangkat kerja, jadi pas nyokap pulang jam 12 an, langsung sms “Ini bubur udah dibuatin 1 panci, terus nanti yang mau makan siapa coba, kirain kamu gak berangkat”, kebiasaan ibuk-ibuk yang lagi khawatir ma putranya.

Bunuh ?!!!

07/03/2014 at 17:37 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

bangun lebih pagi dari biasanya,
berangkat lebih awal dari biasanya,
semangat lebih besar dari sebelumnya,
ayook . . .
karena aku sudah mulai jenuh dengan aktivitas yang mulai sama,
karena aku ingin membunuh kepenatan yang mulai terasa,

jenuhk i l l   h i m

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.