yin dan yang

30/04/2014 at 20:38 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

baik dan buruk
sebab akibat
yin dan yang
keseimbangan hidup
semua masih berlaku

hari ini aku teparpun
ini adalah akumulasi dari apa yang aku lakukan selama beberapa hari kemarin

Advertisements

Menunggu Pagi

29/04/2014 at 22:08 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Entah . . .
Kapan . . .
Malam berhenti

Teman . . .
Aku . . .
Masih menunggu pagi

Entah . . .
Mengapa . . .
Pagi Enggan Kembali

(peterpan-menunggu pagi)

Beranda dan kawan kecilku

29/04/2014 at 21:45 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

aku lirik jendela beranda, tak ada yang menarik, berpuluh-puluh menit yang ku lakukan hanya membolak-baliknya, hari ini terlalu letih bahkan untuk membuka game kesukaanku pun tak aku lakukan, kudapati beberapa kabar dari kawan, banyak yang masih belum selesai dengan tugasnya, aku yakin mereka juga merasakan hal yang sama, dan aku kira keadaan mereka pun tak jauh berbeda denganku, tinggal besok akan jadi seperti apa, inilah akibatnya ketika pertanyaan kami tidak pernah dijawab dengan baik, informasi jadi tak terarah dan jelas membuat kami merasakan kebingungan, padahal kita sama-sama menggunakan alat yang sama.

kembali ke jendela beranda, beberapa teman kecilku juga membuat status, ini  kawan-kawan lama yang sampai sekarang masih akrab meskipun hanya di situs jejaring sosial dan jarang bertatap muka, usia mereka jauh dibawahku dan masih bersekolah, tetapi dulu hampir tiap hari aku bertemu dengan mereka, dan aku pun tahu perkembangan mereka sewaktu dulu masih sangat kecil sampai sekarang yang sudah menginjak usia SMA, aku pencet tombol tulis komentar yang ada di bagian bawah statusnya, gendut salah satu dari kawan lamaku itu, aku agak lupa untuk mengingat nama panjangnya, kerap kali aku hanya memanggil gendut, entah kenapa tiap bertemu dengan anak yang berbadan lebih besar dari aku, aku memanggilnya dengan nama seperti itu, bukan bermaksud apa-apa tapi benar-benar spontanitas yang kemudian berkelanjutan, walaupun kadang ada yang sempat protes, 🙂

Anak ini kadang juwet, kalau mau cubit dia akan mencubit beneran, kalau mau pukul diapun akan memukul beneran, tapi ya itulah yang membuatku akrab dengannya, banyak cubitan dan pukulan yang aku terima darinya tiap kali aku usilin dia, anaknya lucu, aku masih hutang traktiran sama dia, sebelum dia melanjutkan studinya dulu aku pernah berjanji akan mentraktir dia, tapi belum kesampaian sampai sekarang, dia pernah membawakan nasi kuning ke tempat kerjaku saat ultah, namun sayang pada waktu itu aku tidak masuk, tapi sempat aku ambil beberapa jam setelahnya.

Yiaah, kadang aku merasa rindu pada mereka, kawan-kawan kecil yang pernah mengisi satu bait cerita dalam sepenggal kisah perjalanan hidupku, ketika sudah jarang menyapa dan bertatap muka, ada pertanyaan yang selalu keluar dari mereka dan hampir selalu sama, “Mas pot kapan nikah ?” “Mas Pot kapan nyebar undangan ?” pertanyaan yang membuatku merenung dan berpikir untuk menjawabnya, aiiiihh…..

kau

29/04/2014 at 20:29 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

k a u . . . ???

 

Masih tak semudah yg terucap

28/04/2014 at 22:37 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

tak semudah seperti yang terucap
aku masih mengeluh
aku masih merengut
dan aku juga masih tak acuh

ajari aku Tuhan
menjadi elang yang tegar
menjadi rajawali dan kepak sayapnya
ajari aku tuk melawan keadaan

memilih…

26/04/2014 at 17:53 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Memilih untuk tidak melakukan apa-apa, acuh dan tak perduli
Atau memilih melakukan sesuatu meskipun itu 1 hal yang kecil dan tak pernah dianggap,

aku memilih untuk menjadi yang kedua
karena aku tak ingin menjadi seperti mereka yang tak mau peduli,
meski itu selalu menyakitkan dan melelahkan
karena aku tak ingin menjadi bagian dari mereka yang acuh
aku ingin menjadi elang rajawali
meski harus menempuh 150 hari masa transformasi

kau, hari ini…

25/04/2014 at 18:39 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

diam
tak sedikitpun bicara
tak terucap kata
pun sapa,

pergi
dan berlalu,
tak kudengar pamit
bayu, dan layu

tak jua hujan,
yang terasa penat,
pekat,
makin membekap,

kau,,,
hari ini…

#Elang Rajawali

24/04/2014 at 22:37 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama,
kita masih hidup di masa pancaroba,
tetaplah bersemangat elang rajawali”.
(S o e k a r n o)

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.