Ter…. ? Baik-baik

27/03/2015 at 18:19 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Senja, seperti saat ini, saat sore menjelang biasanya masih larut dalam tidurku, lebih memilih tidur dan baru bangun ketika suara adzan maghrib mulai berkumandang, mandi dan kemudian seperti biasa, sekarang memang terasa jarang menikmati senja sore hari, memandang langit berhiaskan awan dan cahaya jingga yang berpendar menjelang malam, bertahun-tahun aku tak menatap lagi cahaya itu, rasa lelah memaksaku untuk lebih memilih tidur dan terpejam dan memang terkadang kenyataan mengubah pola dan kebiasaan seseorang.

Senja, jingga …

Waktu yang berjalan tak pernah kembali, apa yang terjadi dahulu kini tersimpan dalam memory, menjadi kenangan, menjadi cerita dari masa lalu kita, waktu berubah, menjadi cerita baru atau justru hilang tanpa tersimpan, bahagia, sedih, masih menjadi bumbu untuk setiap bagian-bagian cerita dimana kita menjadi pemeran utamanya. Semua ada masanya, ada waktunya, tinggal bagaimana kita menempatkan diri pada setiap masa yang dan waktu yang berbeda itu, menyikapinya, menerapkannya dalam langkah dan  tindakan yang akan kita ambil.

Jingga, adzan sudah berkumandang dari tadi, dan Sang Imam sepertinya sudah mulai melafalkan Fatihah, sudah saatnya aku akhiri, sudah berkali-kali aku tinggalkan air suci itu, aku rapuh karena masa lalu, alasan absurd yang menjadi pembenaran, dan kamu punya cerita baru yang harus kamu lalui, bersama bintang dan malam-malam yang lain, aku bahagia ketika kamu mempunyai keberanian untuk menyampaikan semua cerita itu, rangkailah cerita barumu, menjadi cerita indah untuk dirimu, aku pun bahagia, dan rela yang menghapuskan dosa masa laluku, aku harus pergi, dan lebih mendekat pada NYA yang memberi hidup dan mengambil mati untuk setiap makhluk Nya.

Selamat malam, senja . . . Jingga.

kota

13/03/2015 at 22:57 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Disudut ruang, ingatanku kembali mengenang jejak masa lalu tentang 1 kota yang sudah puluhan tahun aku tinggalkan, kota dimana dahulu tanpa sadar pernah berujar bahwa aku tak akan pernah menginjakkan kaki kesana lagi, hanya karena cuaca yang selalu membuatku gerah, yang membuatku merasa tak nyaman saat itu. Satu demi satu peristiwa mulai bermunculan, dan mulai terlafalkan ruang dan tempat dimana dahulu aku pernah singgah, tak aku percaya ternyata aku merindukannya.

malam
jalan
dan peristiwa
hadir mengingatkanku

Di salah satu obrolan usang aku menemukannya, betapa miris ketika tahu ternyata banyak bagian dari dirinya yang hilang, icon baru mengubahnya, menjadi cerita yang tak lagi utuh, dan seakan benar-benar menjadi cerita usang dimasa sekarang.

Sampaikan salam rinduku untuknya, aku harap tak ada lagi yang mencoba menghilangkannya, aah.. semoga sebuah ketulusan mampu menyelamatkannya. Sampaikan salamku untuknya, kota yang ternyata aku merindukannya.

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.