Salam untukmu, para pejuang hati

28/11/2014 at 20:19 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Melihat mereka disetiap senjaku, saat kaki mulai melangkah untuk kembali pulang, tak hanya bertahan sekali, berkali-kali aku lihat mereka masih tetap berdiri dengan keyakinannya, entah siapa yang memulai, entah siapa yang berada dibalik kegigihan mereka, aku yakin ada beribu pukulan tajam yang pernah menghantamnya, dan aku juga percaya ada masa dimana titik terendah pernah menghantui pikiran-pikiran mereka, namun lagi-lagi aku masih melihat mereka tetap berdiri dengan kakinya.

Ini yang aku suka, yang kadang menggugah pikiran-pikiranku, aku yakin ini bukan sekedar langkah instan yang kemudian usang, ini adalah proses panjang yang mereka lalui, mereka mencetak tidak hanya sekedar memakai, mereka membuat dan mencari tidak hanya sekedar menemukan, proses panjang yang penuh dengan rasa lelah dan ribuan pesimisme yang kadang melanda dan menjadi buliran pikiran negatif.

Aku iri, iri pada mereka yang berada dibalik layar, iri pada semangat dan kegigihan mereka, iri pada keyakinan mereka yang tak pernah padam, dan aku iri pada mereka yang tulus dari hatinya tanpa tendensi apapun, tanpa niat busuk, tanpa penindasan atau apapun itu namanya.

Selamat buat mereka, dan salam untukmu, para pejuang hati . . .

gak lagi berpuisi

26/11/2014 at 19:03 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

lagi kalut,
pikiran semrawut,
ni mulut maunya udut
aahh tapi kepala rasanya cenat cenut

bengel
urat leher pada pegel
atipun makin mangkel
rasanya pengen njungkel

anjing
kerjaan gak bisa pending
nyatanya memang pusing
kepala ikutan pening

Keinginan teraneh, rasa sakit dan kebersamaan

06/11/2014 at 23:04 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pernah suatu kali punya keinginan buat masuk rumah sakit, keinginan yang aneh dan tidak wajar ini tau-tau terlintas dalam benak dan pikiranku, kira-kira satu minggu setelahnya, hal itu benar-benar terwujud, dimana pada akhirnya membuat jera dan susah diri sendiri dan orang lain tentunya.

Tiga hari dengan selang kecil berada dihidung yang melewati kerongkongan sampai ke lambung dipasang dengan tujuan mengeluarkan semua cairan asam yang berada didalamnya benar-benar 1 hal yang membuat jera dan tak akan pernah terlupakan, sedikitpun tidak boleh makan ataupun minum sampai cairan asam itu benar-benar hilang, entah disebut apa kalau dalam dunia medis, tapi yang jelas banyak orang berujar itulah yang dinamakan sakit maag kronis, dimana lambung memproduksi asam yang berlebih, sering telat makan ataupun pola makan yang tidak teratur itu mungkin penyebabnya, bahkan ada juga yang bilang karena penyakit pikiran.

Tapi kalau dari aku sendiri, alasan yang pertamalah yang paling dominan menjadi penyebab semua itu.

Kehidupan anak kost yang jauh dari orangtua dan menjadi perantau dikota orang kadang mau tidak mau menjadi alasan utama untuk menghemat pengeluaran terutama jatah makan yang biasanya ketika tinggal dirumah bisa 3 atau 4 kali dalam sehari, dipangkas agar bisa bertahan sampai ada kiriman baru dari orangtua. Dan akhirnya membentuk pola yang tidak teratur, hal inilah yang menjadi faktor utama sakit maag yang aku alami, semakin lama semakin chronis dan mau tidak mau rawat inap menjadi jalan keluarnya.

Pernah seorang teman menyarankan ‘ayolah, kalau kau memang tidak sempat makan dengan kegiatanmu yang seabreg gini, cari saja roti coklat atau brownis buat mengganjal perutmu’ nasehat yang sampai sekarang tidak pernah aku lupa, dan entah karena suggesti atau apa, memang setelah makan roti brownis perut terasa lebih nyaman dan agak sedikit bertahan lama, tahan lama dalam artian perut tidak terlalu keroncongan.

Tapi itu berlaku hanya untuk mencegah bukan mengobati rasa sakit yang ditimbulkan karena maag. Pada akhirnya pola makan yang teratur itulah yang bisa menyembuhkannya.

Kalau aku ingat masa-masa itu, masa dimana sakit maag sering bolak-balik menyerang adalah tentang kepedulian kawan-kawan kost yang mau ikut merawat sampai benar-benar pulih kembali, walaupun tidak senyaman ketika dirawat oleh nyokap tetapi merekalah yang selalu ada saat itu. Dan menceritakan mereka membuatku rindu akan kebersamaan yang dulu pernah terjalin dengan mereka.

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.