Amarah Pagi

09/12/2011 at 10:22 | Posted in Puisi | Leave a comment

07.30 WIB  <——————————————–

Ketika senyum telah terangkat dari rautan wajah
1 peristiwa memaksaku untuk menghujat
Memaksa darah mengitari ubun-ubun diujung kepala
Helaan nafas dan pujian asma-Nya
Semoga mendamaikan semua

“Astagfirullahaladziem”

  “Astagfirullahaladziem”

   “Astagfirullahaladziem”

Ampuni kami atas amarah pagi ini

Angkringan Malam Bedagan

08/12/2011 at 12:02 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

 Setiap tempat,setiap moment, setiap peristiwa selalu tak sama rasa yang kita peroleh, ditempat yang sama dengan moment yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda.  Di tempat yang sama, dalam moment yang sama tapi waktunya berbeda rasa yang kita peroleh akan berbeda pula.

😀 lagi ngomongin apaan sich, bingung kan, sama . . . aku yang nulis juga bingung, hahahaha . . .

Intinya saat ini aku rindu suasana ketika di Semarang dulu, suasana malam di kampung Bedagan Semarang, tempat kost ku dulu, ada angkringannya mas Eko dan Gedung sekolah dasar yang biasa dijadikan tempat mangkal untuk makan malam, tikar, semangkok mie rebus + telornya, rokok, teh hangat dan suasana malam tanpa atap-atap rumah, dan hanya ada langit luas yang terpampang ketika aku dan kawan-kawan merebahkan tubuh diatas tikar-tikar mas eko.

Malam bebas tanpa batas, maksudnya waktu itu kita bisa sampai tengah malam duduk-duduk disana tanpa ada rasa sungkan walaupun hanya makan mie rebus, teh hangat dan sebungkus rokok. 😀

Angkringane Mas Eko

Bagaimana kabarnya Mas, angkringanmu kini tak pernah ku jumpai . . .

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.