Miss U

30/11/2012 at 21:50 | Posted in Puisi | 2 Comments

Aku rindu kamu malam ini
Disaat engkau telah terlelap dalam tidurmu
Diantara lelah yang yang menerpamu

Baik-baik sayang,,,
Istirahatkan ragamu, untuk esok yang menantimu,,,
Aku rindu kamu

2150WIB// :*

Advertisements

# mengeluh

22/11/2012 at 19:45 | Posted in Puisi | 1 Comment

Kabar yang cukup meresahkan [ h u f t ]
mengeluh ku mendengarnya
Melemah semangatku
seakan kembali di batas minimal
O derajat dan tak bersisa

[ A a a h ]
Inikah permainan atau ini memang yang terbaik,
Kalau memang terbaik, terbaik buat siapa ?

[ b a t a n g,  22/11/12; 19.42 ]

# Jangan biarkan padam

31/10/2012 at 17:01 | Posted in Puisi | Leave a comment
Tags:

Kadang kita memang harus berlari

Diantara waktu yang telah kita sepakati

Jangan lengah, jangan resah dan berkeluh kesah

Biarkan api tetap membara

Membakar dupa bagi yang tiada . . .

Batang, Oktober 2012

Amarah Pagi

09/12/2011 at 10:22 | Posted in Puisi | Leave a comment

07.30 WIB  <——————————————–

Ketika senyum telah terangkat dari rautan wajah
1 peristiwa memaksaku untuk menghujat
Memaksa darah mengitari ubun-ubun diujung kepala
Helaan nafas dan pujian asma-Nya
Semoga mendamaikan semua

“Astagfirullahaladziem”

  “Astagfirullahaladziem”

   “Astagfirullahaladziem”

Ampuni kami atas amarah pagi ini

Aku letih – Aku rapuh

24/06/2011 at 22:13 | Posted in Puisi | 1 Comment

Aku ingin menikmati malam bersama keluargaku,
Menikmati esok dan Mendengar kokok ayam saat pagi mulai menjelang

Aku ingin membaca bait-bait suci
Aku ingin bisa mengagungkan asmanya
Saat senja mulai menerpa langit-langit jingga

Angin malam selalu melukaiku
Aku letih – aku rapuh

Untitled. . .

24/04/2011 at 22:41 | Posted in Puisi | Leave a comment

Kadang tubuh ini lelah,
Lelah oleh keadaan yang aku buat sendiri
Mengumpat, mengaduhpun hanyalah percuma,
Karena waktu masih selalu mengejarku . . .

Mentari slalu berdiri di balik dinding
dan langit terdiam di atap-atap rumah,
Ruang kerja, manusia dan waktu
yang kemudian menemani hari-hariku . . .

Apa kabar luang …?

*) Malam panjang selepas hujan

14/06/2009 at 15:41 | Posted in Puisi | 4 Comments

Selepas Malam…
Perbincangan berlanjut dari sebuah angkringan
Kemudian kita saling Menyapa diujung pagi
Kita tertawa, berbagi dongeng dalam sebuah cerita

Seakan kita lupa
Bahwa hujan semalam telah menampar kulit luar kita
Merobek selimutnya membuatnya seakan telanjang

Terlalu asyik kita berbagi
Entah berapa ton lelap
Menyapa kelopak mata kita

Malam panjang selepas hujan
Esok kita akan membalasnya

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.