AKU RAK POPO

09/05/2014 at 17:57 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

sore hari menjelang pulang saat membeli minum disebuah warung,

“kok ngantos sore mas” tanya ibuk yang kebetulan berada disitu,

“nggeh buk, ada yang dikerjain” jawabku

“owh, njenengan niku bagian nopo si mas”, tanya ibuk-ibuk tadi

“saya Tata Usaha, sambil ngajar komputer buk”  aku menjawab pertanyannya seadanya, dan ibuk-ibuk tadi masih saja bertanya padaku,

“tapi tiap hari njenengan selalu pulang sore ya mas ?”

“Nggeh buk” 

hanya jawaban itu yang terlontar, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Entah rasa ingin tahu seperti apa yang ada dalam benak ibuk-ibuk tadi, ketika pertanyaan terakhir terlontar dari beliau, aku hanya diam, merenungkan kembali pertanyaan-pertanyan itu, dan bertanya pada diri sendiri.

“Iya, apa yang aku kerjakan sehingga aku selalu pulang sore hari, ?”

Di sore-sore yang lain aku pernah secara tidak langsung mendengar pertanyaan yang hampir serupa, ketika aku hendak menutup pintu gerbang, sayup-sayup terdengar di telingaku,

“sekolah macam apa yang jam segini baru mau pulang ?” itu secara tidak sengaja aku mendengarnya, dari warung yang sama tempatku tadi membeli minum, walaupun tidak secara langsung ditujukan padaku.

aku hanya ingin bilang kepada mereka-mereka yang memberikan pertanyaan yang sama,

“A K U   R  A K   P O P O”

tapi pertanyaan-pertanyaan panjenengan membuatku menjadi “POPO”, aku memang selalu pulang sore, karena memang ada yang aku kerjakan, bukan karena aku mainan komputer atau hanya menonton status-status di media sosial, pertanyaan-pertanyaan itu seakan menyudutkanku, apakah mereka tahu bahwa pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tadi membuatku merasa bersalah dan seakan memojokkanku dan menyakitiku.

Aku hanya ingin mengatakan “Ketika aku pulang sore, AKU BEKERJA, BUKAN BERMAIN, Aku Melakukan Sesuatu bukan diam dan duduk di meja kerjaku berpangku tangan”

Tolong Buk-Pak, jangan lontarkan pertanyaan yang sama, karena sepertinya itu melukaiku, coba tanyakan putri  tetangga panjenengan tempat njenengan duduk dan bergosip, apa yang beliau kerjakan. Coba juga tanyakan pada Bapak, yang merupakan tetangga panjenengan, apa dia mengurusi sekolahan ? Atau hanya mengajar dan pulang ?

Buk, Pak, aku hanya bisa bilang AKU RAK POPO . . .

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. catet “AKU BEKERJA, BUKAN BERMAIN”

  2. Yay…..hapus, tipe x, delete


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: