Ndak aku boleh misuh ?

21/02/2014 at 17:31 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ndak aku boleh misuh ?
😀 hahahaha….

misuh berasal dari bahasa jawa yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah ungkapan kekesalan, kalau dulu jaman-jaman masih muda sering ngelakuin yang kayak gini, kata-kata yang biasanya terlontar diantara kita (*Red-kawan2 saya) seperti Su, Djinguk dan lain-lain, tapi kita sadari kok ungkapan seperti itu cuman untuk kalangan yang kita kenal atau kawan-kawan kita sendiri, jadi gak ada muatan emosi ataupun marah-marah yang meluap-luap gitu.

Nah sekarang bolehkah saya misuh ? 😀

Masihkah kita manusia.

15/02/2014 at 20:11 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Siapakah kita, yang berada di hadapan mereka, kita masih manusia biasa, yang kadang merasakan luka, merasakan sakit, walau tak jarang kita tersenyum dan tertawa bersama mereka, tapi kita tak akan pernah menjadi sesosok Malaikat, apalagi Tuhan yang Maha Segala, kita masih tetap manusia biasa, bahkan mungkin Iblis menjelma dalam darah yang mengalir di urat-urat nadi kita, ya . . . aku menganggap bahwa kita masih manusia biasa.

Lalu siapa mereka, yang berbuat sesuka hati mereka, siapa mereka yang tak menghargai sebuah etika, hei . . . tak tahukah kalian bahwa kita masih dalam golongan yang sama, kita masih dalam garis keturunan Adam dan Hawa yang sama, tak berbeda dengan garis keturunan pendahulu-pendahulumu, yang kita butuhkan adalah saling pengertian, dalam hidup kitapun ada aturan, dan aturan diciptakan bukan untuk membatasi segala gerak kita tapi untuk mengontrol diri kita agar tidak berada diluar batas kewajaran, tanamkan dalam hati dan pikiran kalian, camkan dengan baik.

Lalu siapakah kalian yang berlagak bagai Dewa perang, Areskah ? yang menjadi legenda dalam mitologi Yunani kuno ?
Kalau kalian memang Ares, lalu kami ini siapa? Zeuskah, Hera kah, yang tinggal di bukit-bukit Olympus? Ah . . . tidak… tidak… kita tidak sedang memperbincangkan tentang Yunani bukan ?

Berbuatlah sewajarnya, berlakulah sewajarnya, tidak melebihi batas kewajaran, dan berada pada jalur masing-masing, lebih enak begitu bukan?

~Buat kalian yang mengaku para Ares~

Kamu . . .

14/02/2014 at 22:02 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terpencil diotakku
Hingga memenuhi relung-relung hatiku,
Sesederhana itulah kamu mulai menguasai hari-hariku
Hal-hal sesederhana itu,
Seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak bisa dilupakan

Kamu menjadi penyebab rasa semangatku selama ini
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata
aku tak lagi temukan cara terbaik,
Untuk menghilangkan kamu dari pikiranku

Kita jarang punya kesempatan berbicara
Rasanya menyebalkan, jika aku tak mengetahui isi hatimu

Aku tak percaya, ternyata kita bisa melangkah sejauh ini
Dan selama ini juga, aku tak pernah berani mengatakan 1 hal yang mungkin mengagetkanmu
Akuuu . . . Menyukaiimuu . . .

Tapi kamu bagai teka teki yang banyak jawaban, Juga banyak tafsiran
aku takut mengartikan kata-kata yang mungkin saja, tak hanya kau katakan untukku,
Jika segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu

Rindu yang selalu gagal kuungkapkan didalam rasa canggung yang belum kupahami.

Sumber : DWITASARI

Masihkah kita sama ?

13/02/2014 at 21:51 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Apa kabar,,,???
Apakah kita sudah berubah, ketika kesibukan mulai menyapa, ketika kita hidup dalam dunia imaginer kita masing-masing, dan perjumpaan seakan tak bermakna, tanpa sadar aku membentuk dunia sendiri, pun aku tak lagi tahu dunia yang kau bentuk sedemikian rupa.

Apakah kita masih dalam hujan yang sama, masih dalam langit yang sama, dan masihkah kita berpijak pada tanah yang sama ?

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.