Senja sore ini, bahagia yg sederhana.

18/05/2016 at 21:30 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tak biasanya aku pulang sesore ini, lantunan adzan masih terdengar melalui speaker di mushola-mushola atau masjid- masjid, sementara aku baru saja mengunci pintu ruang kantor, langkahku terburu, menstater sepeda motor dan mempercepat lajunya, dibeberapa ruas jalan suara adzan masih terdengar nampaknya sang Bilal masih ada yang belum selesai melantunkan lafal panggilan untuk jamaahnya, jalanan semakin ramai, para pengendara sama nasibnya seperti diriku, bergegas ingin segera sampai kerumah sebelum magrib benar-benar pergi, sampai akhirnya aku tiba diruas jalan utama kota ini, kilau lampu yang mulai menyala, pertanda malam akan segera menggantikan senja sore ini, entah sepersekian detik aku menikmati keadaan saat itu, lampu, temaram, jingga dan cahayanya yang masih belum benar-benar pergi, entah sudah berapa lama aku tak pernah menikmati senja sesore ini, senja yang mengurai jingga, sepatutnya bait-bait indah terlantun dalam setiap kata-nya, aku benar-benar menikmatinya, melupakan kenangan tentangnya, inikah jingga ? memanggil harapan yang dulu pernah bersemayam didalamnya, hal yang tak pernah aku duga sebelumnya bahwa bahagia itu muncul dari senja sore ini.

Menjelang Pagi

09/05/2016 at 03:20 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menjelang pagi, mengalah pada mata yang tak lelah pada akhirnya membuatku masih terjaga dini hari ini, ada segelas kopi hitam bersama sisa ampasnya yang mengendap menyatu dengan asap rokok yang juga mengepul, menyatukan keduanya dalam kecap rasa malam ini, dini hari.

Bukan gelisah, bukan jua resah yang melanda, mungkin karena efek kopi yang aku minum lebih menggila beberapa hari ini, lebih hitam, lebih pahit kata seorang rekan kerja saat kita menuang kopi bersama waktu itu, aku bukan pencinta kopi, karena itu aku tak pernah tahu perbedaan rasa kopi yang aku minum setiap harinya, bagiku kopi masih hanya sebagai pelengkap dan penyatu ketika aku sedang dalam keadaan merokok. Ibarat sepasang kekasih, rokok dan kopi adalah jalinan keduanya yang tak bisa dipisahkan. Itu juga kata orang sih😀

Upps biacara tentang kekasih, entahlah aku sudah lupa bagaimana rasanya punya kekasih, hahahaha . . . .😀 tentang yang ini tidak usah dibahas ya ? SKIP aja dulu🙂

Bicarain ini dulu aja ya, Naik Gunung, beberapa hari yang lalu aku kesini lagi bareng sama temen-temen, ada 9 orang yang berangkat bareng saat itu, dan entah sudah berapa kali aku datang kesini, dan gak tahu kenapa, kejadian waktu dulu ke Merbabu terjadi lagi, aku mabok lagi😀 setelah melalui POS 1, tiba-tiba pusing dan muntah lagi, baru setelah sampai di POS 2, seorang kawan ngajakin tukar carrier yang aku bawa saat itu, ternyata beban carrier terlalu berat buatku, karena setelah tukar carrier, dan perjalanan dilanjutkan sampai punacak, itu penyakit mabok dan pusingnya juga hilang😦 .

image

Prau

image

Merbabu kembali

29/03/2016 at 01:43 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Februari 2016

Aku kembali ke tempat ini untuk yang ke-2 kalinya, meski berkali-kali keinginan ini sempat tertunda namun ternyata Tuhan memberi jalan, tepat disaat hari ulang tahunku, Februari, bertepatan saat libur hari raya Imlek tahun ini, ditemani 2 orang kawan, aku berangkat Sabtu sore hari sehabis ashar.

Meski ini perjalanan ke-2 ternyata masih harus nyasar dahulu untuk sampai ke tempat tujuan, ingatanku memang kadang payah kalau harus menghafal arah jalan, beruntung salah seorang teman ternyata juga pernah kesana,  ditambah dengan bantuan GPS dari hp hal itu membantu perjalanan kami untuk sampai kesana.

Selo, Merbabu

Malam hari kami sudah sampai di basecamp, entah jam berapa aku sedikit lupa, yang jelas perjalanan untuk sampai ke basecamp ini memang agak lama dari biasanya, nyasar 😅…. Dan baru sadar ternyata kami juga berhenti di basecamp yang tidak seperti biasanya, sepertinya ini basecamp baru. Tapi meskipun baru di parkiran tetap penuh dengan kendaraan-kendaraan.

Sekitar jam 12 malam kami mulai naik bersama rombongan lain yang masih tersisa saat itu, dan entah masuk angin atau tubuh memang masih dalam proses adaptasi aku merasakan mual, nafas ngos-ngosan meski perjalanan baru saja di mulai, sampai akhirnya bener-bener keluar semua isi perut. Dan dengan bijaknya 2 orang kawanku memutuskan untuk berhenti dan mendirikan tenda, mencari tempat yang agak lapang kemudian menginap semalam, tepar 😅…

Baru pagi harinya setelah agak baikan kami melanjutkan perjalanan.

20160207_072405

POS 1

Rencana awal kami akan mendirikan tenda di Sabana 1, namun ketika mulai mendekati Pos 2 yang mulai rame dengan tenda dari pendaki-pendaki lain, pikiran kami mulai berubah, dan di Pos 3 akhirnya kami benar-benar mendirikan tenda untuk ke-2 kalinya.

20160208_065813

POS 1

 

Di Pos 3 ini kami beristirahat sebentar, sekitar jam 2 siang kami melanjutkan perjalanan namun carrier kami tinggal di tenda, mendung dan cuaca berkabut waktu itu.

20160207_125527

POS 1

20160207_125249

Dan ketika kami baru saja menginjakkan kaki di puncak kenteng songo, badai benar-benar datang, kami tak bisa berlama-lama diatas hanya sempat mengambil gambar sebentar setelah itu itu turun lagi ke lokasi tenda, dengan kondisi hujan dan badai yang masih menerpa selama perjalanan turun, meski tak sempat menikmati keindahannya kali ini, namun ini sungguh luar biasa, bersama 2 orang kawanku itu ada pelajaran-pelajaran berharga yang bisa menggantikannya.

20160207_152703

POS 1

Sampai di lokasi tenda, kami mulai ragu apakah akan menginap di tenda ataukah melajutkan perjalanan turun dengan kondisi yang saat itu pakaian yang terpakai benar-benar sudah basah, namun dengan mempertimbangkan beberapa hal akhirnya diputuskan tetap di tenda, dan pertimbangan lain adalah karena pakaian ganti yang ada didalam carrier masih tetap kering.

Dan selama semalam hujan masih tetap turun dengan badai yang sudah menjadi  khasnya merbabu tetap menggoyang tenda kami malam itu

 

Merbabu

23/08/2015 at 23:36 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Merbabu,
ijinkan aku tuk menemuimu lagi, menyapamu dalam jejak-jejak panjang seperti waktu itu…
Aku ingin kembali…

Sajak itu aku rindu

29/07/2015 at 22:31 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

aku rindu sajak-sajak itu, sajak dari kebekuan hati yang terdalam, yang mengais diantara abjad yang terucap dalam fikirku,

aku rindu sajak-sajak itu, yang tercipta dari kesepian kata, dan macamnya rasa yang tercipta

aku rindu sajak-sajak itu yang berdiri di penghujung malam, menyambut pagi dan mentarimu yang menyapa malu-malu

aku rindu sajak itu diantara lagu senduku malam ini . . .

Ter…. ? Baik-baik

27/03/2015 at 18:19 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Senja, seperti saat ini, saat sore menjelang biasanya masih larut dalam tidurku, lebih memilih tidur dan baru bangun ketika suara adzan maghrib mulai berkumandang, mandi dan kemudian seperti biasa, sekarang memang terasa jarang menikmati senja sore hari, memandang langit berhiaskan awan dan cahaya jingga yang berpendar menjelang malam, bertahun-tahun aku tak menatap lagi cahaya itu, rasa lelah memaksaku untuk lebih memilih tidur dan terpejam dan memang terkadang kenyataan mengubah pola dan kebiasaan seseorang.

Senja, jingga …

Waktu yang berjalan tak pernah kembali, apa yang terjadi dahulu kini tersimpan dalam memory, menjadi kenangan, menjadi cerita dari masa lalu kita, waktu berubah, menjadi cerita baru atau justru hilang tanpa tersimpan, bahagia, sedih, masih menjadi bumbu untuk setiap bagian-bagian cerita dimana kita menjadi pemeran utamanya. Semua ada masanya, ada waktunya, tinggal bagaimana kita menempatkan diri pada setiap masa yang dan waktu yang berbeda itu, menyikapinya, menerapkannya dalam langkah dan  tindakan yang akan kita ambil.

Jingga, adzan sudah berkumandang dari tadi, dan Sang Imam sepertinya sudah mulai melafalkan Fatihah, sudah saatnya aku akhiri, sudah berkali-kali aku tinggalkan air suci itu, aku rapuh karena masa lalu, alasan absurd yang menjadi pembenaran, dan kamu punya cerita baru yang harus kamu lalui, bersama bintang dan malam-malam yang lain, aku bahagia ketika kamu mempunyai keberanian untuk menyampaikan semua cerita itu, rangkailah cerita barumu, menjadi cerita indah untuk dirimu, aku pun bahagia, dan rela yang menghapuskan dosa masa laluku, aku harus pergi, dan lebih mendekat pada NYA yang memberi hidup dan mengambil mati untuk setiap makhluk Nya.

Selamat malam, senja . . . Jingga.

kota

13/03/2015 at 22:57 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Disudut ruang, ingatanku kembali mengenang jejak masa lalu tentang 1 kota yang sudah puluhan tahun aku tinggalkan, kota dimana dahulu tanpa sadar pernah berujar bahwa aku tak akan pernah menginjakkan kaki kesana lagi, hanya karena cuaca yang selalu membuatku gerah, yang membuatku merasa tak nyaman saat itu. Satu demi satu peristiwa mulai bermunculan, dan mulai terlafalkan ruang dan tempat dimana dahulu aku pernah singgah, tak aku percaya ternyata aku merindukannya.

malam
jalan
dan peristiwa
hadir mengingatkanku

Di salah satu obrolan usang aku menemukannya, betapa miris ketika tahu ternyata banyak bagian dari dirinya yang hilang, icon baru mengubahnya, menjadi cerita yang tak lagi utuh, dan seakan benar-benar menjadi cerita usang dimasa sekarang.

Sampaikan salam rinduku untuknya, aku harap tak ada lagi yang mencoba menghilangkannya, aah.. semoga sebuah ketulusan mampu menyelamatkannya. Sampaikan salamku untuknya, kota yang ternyata aku merindukannya.

Lelah dan Menyerah

12/01/2015 at 20:34 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

—for revenge : pulang —

dengarkan saja malam ini, seberapa jauh kakimu melangkah, seberapa kuat kau mampu tuk menghadapinya, saat kau merasa terjatuh, saat kau berada pada titik terendah atau saat kau tak tahu kemana harus melangkah, dan malam tak akan pernah berakhir . . .
Lelah dan menyerah . . . . .

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.