Tentang Kata ?

30/01/2014 at 22:08 | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Kata bisa menjadi beragam makna, bisa menjadi multi tafsir, bahkan tak jarang jadi sebuah prasangka entah positif  ataupun justru malah negatif. Walau kadang mengasikkan tapi mungkin belum tentu buat orang lain, mangkanya kadang kita butuh klarifikasi dari si pembuat kata untuk tahu lebih dalam tentang maknanya, betul gak sih ?

Dengan semakin banyak yang melihat, akan semakin banyak pula menimbulkan persepsi yang berbeda, setiap orang, setiap kepala biasanya akan mempunyai persepsi sendiri-sendiri tentang hal tersebut, karena sebenarnya mereka masih dalam proses pencarian makna tentunya, nah mungkin disinilah tugas si pembuat kata untuk menjelaskan lebih gamblang kepada mereka sehingga mengurangi persepsi yang salah dan tidak membuat prasangka yang tidak-tidak berkaitan dengan makna yang sebenarnya. Disitu mungkin beratnya, kalau berkaitan dengan hal yang bersifat pribadi masak setiap orang harus tahu, tapi kadang kita memang kejam dengan membiarkan mereka mencari penafsiran sendiri-sendiri 🙂

Kadang aku juga bermain dengan kata, bermain dengan duniaku sendiri, tapi juga pernah berada di posisi sebaliknya, sebagai pembaca yang mencoba menafsirkan makna kata yang dibuat orang lain, ketika berada di posisi pembaca inilah pertanyaan mulai timbul, apakah itu “aku” yang dimaksud, jadi bertanya-tanya dan kadang ke-Ge’eRan sendiri, menafsirkan sendiri yang kemudian malah melenceng dari makna yang di maksud, sebagai pembaca tentu berharap ada clue yang bisa ditemukan, ada petunjuk yang bisa lebih mencerahkan mereka. “I Need A Clue” mungkin itu yang di cari para pembaca, atau sebenarnya si pembuat kata sudah memberikannya, namun mungkin masih tidak terlihat jelas oleh para pembaca ini.

Jadi mana yang terbaik, ?

“Aku terhenti di kalimat terakhir,,,”

Advertisements

Power…

28/01/2014 at 20:38 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dengerin lagu ini inget jaman dulu, waktu masih kuliah, ada kakak senior yang nyanyi’in ni lagu di Aula kampus, suaranya nyaring, penuh semangat dengan jari yang menunjuk-nunjuk ruang birokrasi kampus yang kebetulan bersebelahan, semua yang ada disitu pasti tahu apa maksud acungan jari dari kakak senior itu.

Beberapa bulan kemudian aku baru mengenalnya, dikenalkan oleh seorang kawan 1 organisasi yang kebetulan 1 angkatan dengannya, dan ketika dia sudah tidak lagi di kampus itu, dia masih tetap menyapa dengan sapaan, salam, semangat, dan keramahannya yang masih sama seperti dulu, tak sedikitpun berubah, beberapa kali aku masih menjumpainya di tempatnya bekerja, walaupun kadang sibuk dia masih menyempatkan waktu untuk sekedar menyapa.

Tentang semangat yang dia punya apakah ada hubungannya dengan lagu di atas, entahlah . .. yang jelas ketika aku mendengarkan lagu ini, aku teringat dia yang bernyanyi sembari mengacungkan jarinya dengan penuh semangat ke ruangan sebelah. 😀

Untukmu . . . Kawan

27/01/2014 at 18:01 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lelahkah kau teman
Berlari bersama kami,
Kuyakin itu takkan pernah terjadi,
Pagi ini kau kan jelang fajar baru,
Bersanding dengan belahan jiwa yang mengertimu,
Hanya hari yang berganti tetap dengan senyummu,
Ketika menggandeng mempelaimu.
Bersinarlah kami yakin kau tak akan pernah berubah.

aaaaaaahhh,
Selamat menikah teman,
Sapalah sang mentari diufuk baru.
aaaaaaaaaahhhhh,
Kepal keras tangan,
Kini kau telah punya pendamping,
Selamat menikah teman,

Dan esok,
Kau pasti tetap tuangkan rindumu
Pada kami dengan rasa bangga dijiwamu.
Pastikan tetap temani hari-hari kita,
Dengan yang disampingmu,
Dan dengan bayi dipelukmu,
Sebuah tanggung jawab,
Tlah temukan arti bagimu
Teruskan nafas hidupmu,walaupun kau harus berbagi.

aaaaaaahhh,
Selamat menikah teman,
Sapalah sang mentari diufuk baru.
aaaaaaaaaahhhhh,
Kepal keras tangan,
Kini kau telah punya pendamping,
Selamat menikah teman,

Selamat Menikah Teman
By : Begundal Lowokwaru

Aku dengar,,,
dan ini Untukmu … Kawan . . .
Jangan Pernah berhenti berlari, tetaplah dengan senyummu, Sapalah sang mentari di Ufuk Baru dengan belahan jiwa yang mengertimu . . .
Kepal Keras Tangan, teruskan hidupmu . . .
Bersinarlah kami yakin kau tak akan pernah berubah . . .
Selamat menikah kawan . . . Tetaplah tersenyum . . .

Aku dengar…

25/01/2014 at 20:07 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku dengar kok,
Aku dengar,
Dan itu sudah kau ceritakan di 100 episode sebelumnya,
tak perlu dibenarkan, putih abu-abu menjadi pembenaran,

Ada cerita saat hujan turun

20/01/2014 at 19:56 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku titipkan pada hujan
pada setiap butiran yang menerpa
pada langit-langit yang tak lagi jingga

Aku titipkan sebuah cerita
pada mendung yang menghias pekat
pada gelap yang menyerupa penat

‘*
aku sapa pintu kamarku dan mulai merebahkan ingatan yang meraja dikepala, hujan turun makin deras di luar sana, dari balik kaca itu aku mampu menatapnya, buliran-buliran mengetuk daun-daunnya, tampak mulai membekas, menghasilkan titik-titik dalam warna yang sama, kemudian menggaris seakan menyerupa wajah, menyatukannya dalam vektor2 yang indah, aku tak bisa melihat jelas lukisan-lukisan hujan yang menggaris di daun jendela kamar itu, aku coba menerka namun tak juga aku temukan, aku amati lebih jauh barangkali saja akan lebih jelas apa yang dilukisnya, namun aku tak mendapatkannya, apa aku tanyakan saja padanya, pada hujan yang menghias daun jendela kamarku, aku titipkan saja padanya, pada hujan aku titip sebuah cerita, sebuah cerita dari butiran-butiran yang kau turunkan…

Batang ke Banjir an

17/01/2014 at 18:23 | Posted in Kota Batang | Leave a comment
Tags:

Jum’at 17 Januari 2014

Hujan turun sejak tadi malam, bahkan pagi harinya pun hujan masih saja mengguyur kota ini, yah barangkali saja ini memang sedang musimnya, di kotaku sendiri orang mempunyai singkatan untuk bulan yang 1 ini, JANUARI mereka menyingkatnya dengan sebutan huJAN sehaRI-hari, entah sedikit memaksa atau tidak tetapi yang jelas saat ini hujan memang selalu mengguyur hampir tiap hari.

Tak seperti biasanya, hujan kali ini menyebabkan banjir di beberapa titik, air tergenang di ruas-ruas jalan yang ku lalui pagi itu, di tambah ketika melewati POM Bensin di Jl. Jend. Sudirman terdapat pohon yang tumbang yang sempat menyebabkan kemacetan dari arah timur tepatnya dari Pasar Batang hal itu sudah terlihat, laju kendaraan pun mulai melambat sampai menuju ke POM Bensin tersebut.

Sehabis jum’atan hari ini (17/1) aku coba berkeliling dan memotret lokasi-lokasi yang tergenang air hujan.

Pasar BatangLokasi Depan Pasar Batang

Di depan Pasar Batang kondisi lalu lintas tidak seperti pagi hari tadi dimana laju kendaraan berjalan normal seperti biasa, hanya saja hujan masih terus mengguyur.

Arah Menuju Jl. Gajah MadaArah Menuju Jl. Gajah Mada

Jalan menuju Gajahmada ini sementara ditutup oleh Polisi Lalu Lintas, disamping tampak mobil patroli berada di tengah jalan ini untuk menutup akses sementara ke Gajahmada mungkin dikarenakan kondisi genangan air yang cukup dalam, tampak pula bapak tukang becak sedang menarik becaknya, kalau dilihat mungkin genangan air hampir mencapai lutut beliau.

Arah menuju Alun2Arah menuju Alun2

PerempatanPerempatan Alun-Alun

Dari mulai perempatan yang menuju ke Jl. Gajahmada sampai ke alun-alun, banyak Polisi lalu lintas yang ikut berjaga-jaga, karena genangan air disekitar situ cukup dalam, terutama di lajur-lajur kiri, banyak pengendara kendaraan diarahkan untuk sedikit ke lajur kanan.

Alun2Pos Polisi Alun2 Batang

Dua mobil Patroli Polisi inipun ikut  terendam air, ketika saya mencoba mendekat ke alun2 melewati 2 mobil itu kedalaman air hampir mencapai lutut.

Alun-Alun BatangAlun-Alun Batang
air menggenang hampir diseluruh alun-alun

DSC02435Alun-Alun

Kantor Pos BatangKantor Pos Batang

Ruko BatangRuko Batang

Tampak di foto jalan menuju ke arah Yos Sudarso ini tergenang air, namun air hanya sampai pertigaan Pasar Senggol, untuk Ruko sendiri tergenang oleh air kira-kira sedikit diatas mata kaki.

jl.ra kartiniJl. RA Kartini Kauman Batang

Depan Gedung WanitaDepan Gedung Wanita

Samping RSUD KalisariSamping RSUD Batang

Watesalit BatangWatesalit Batang

Watesalit - Jok BakhirWatesalit Batang

Ketika sampai Watesalit, banyak warga bergerombol turut menyaksikan banjir ini, pemandangan seperti ini menjadi keasyikan tersendiri sepertinya terutama bagi anak-anak kecilnya, banyak juga kendaraan yang sempat mogok ketika melewati genangan air biasanya warga menyarankan untuk mencari jalan ke arah lain dan mereka juga memasang portal penghalang untuk memperingatkan warga agar tidak mengambil jalan ke arah itu.

Area Persawahan KalipucangArea Persawahan Kalipucang Wetan
Area sawah di Desa Kalipucang juga ikut tergenang air, kalau dilihat-lihat malah jadi seperti area tambak yang biasanya ada di daerah pesisir laut

Jl.Pajang Kalipucang KulonKalipucang Kulon

Kalipucang KulonKalipucang Kulon

Sama seperti ketika melewati Watesalit, di Kalipucang ini juga banyak anak-anak kecil ikut melihat genangan air kali ini, dan banyak juga kendaraan yang terlihat mogok ketika melewatinya, ketika masuk kedalam gang ada beberapa warga ikut membantu pengendara yang  kendaraannya pada mogok tadi.

Depan Pemandian KaranganyarDepan Pemandian Karanganyar

jl Gajah MadaJl. Gajah Mada

Samping Alun2Samping Alun2

samping alun-alunSamping Alun-Alun

NB :
Ternyata juga ada temen2 yang sudah memposting tentang banjir di Batang ini sebelumnya, simak cerita mereka disini :

1. www.grupbatang.org
2. mas Vianz Mazzola di Youtube

Bubur Kacang Ijo Pasar Batang

12/01/2014 at 12:38 | Posted in Kota Batang, Uncategorized | 1 Comment
Tags: ,

Cerita Di Kala Hujan Bulan Januari, begitu mas nya memberikan judul untuk tulisan kali ini, mungkin karena pada saat saya datang kesana  hujan masih turun tepat di Bulan Januari 2014 ini. Dulu ketika masih kecil, sehabis pulang dari mengaji di TPQ, saya pernah diajak Ayahanda mampir ke Pasar Batang, ingatan itu masih membekas sampai sekarang, tepatnya di Pasar Batang sebelah Timur, ada warung kecil tempat menjual bubur kacang ijo, di tempat itulah kenangan saya bersama ayahanda puluhan tahun yang lalu.

Minggu (12/1) saya sempatkan mampir kembali ke Warung itu, letaknya masih sama seperti dulu ketika pertama kali datang kesitu, deret kedua dari pintu masuk sebelah timur, disitu tertulis pula “Bubur Kacang Ijo” dengan tulisan berwarna merah dan warna dasar biru, warung yang masih menampilkan kesederhanaan, warung yang masih berdiri di tempat yang sama puluhan tahun yang lalu, tapi saya sedikit lupa seperti apa bentuk warung ini ketika dulu pertama kali diajak kesini . . .

Bentuk Warung

Inilah bentuk warung bubur kacang ijo yang sekarang ini, dengan cat bernuansa biru menghiasi dinding kayu dan pintu-pintunya, dan dari dulu masih menawarkan menu yang sama, “Bubur Kacang Ijo” ditambah dengan ketan item, selain itu juga ada Kopi Susu, Jamu Seduh dan Mie Rebus, Rokok dan mungkin makanan-makanan kecil yang lain, tetapi menu utamanya tetap bertahan sampai sekarang ini.

Untuk saya pribadi, jarang saya mendapatkan sebuah warung sederhana yang bisa bertahan puluhan tahun dengan mengandalkan menu yang sama, ketika masuk kedalam saya mendapatkan nuansa-nuansa yang seakan membawa ke masa lalu, disebelah kiri ada sebuah kalender dari salah satu Bank swasta Jawa Tengah, kemudian disampingnya lagi terpajang sebuah poster ukuran kecil dengan judul “Menghitung Rejeki” kemudian ketika melihat ke sebelah kanan terpampang pula poster yang agak lebih besar bergambar foto Bung Karno dan Keluarganya, ketika kita melihat ke tengah bagian atas ada sebuah bendera Merah Putih berukuran kecil dari plastik.

DSC02369

DSC02370Kalender dan Poster

Beliaulah Bp. Didi Samhudi Salim, berasal dari Kuningan Jawa Barat, penjual Bubur Kacang Ijo Di Pasar Batang tersebut, dari sejak 40 tahun yang lalu beliau sudah menekuni kegiatan ini, dengan lokasi yang sama, tepatnya Bulan Ramadhan atau Bulan November tahun 1973  bersama ayahnya mulai menjual bubur kacang ijo dilokasi Pintu Masuk Sebelah Timur Pasar Kota Batang, ada 3 resep yang masih tetap beliau jaga sehingga mampu bertahan sampai sekarang ini :

  1. Tetap menjaga kualitas rasa yang enak.
  2. Menjaga ruangan tetap bersih
  3. Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan

Bapak berputra tiga (3) ini menjelaskan bahwa “sebagai pedagang hal itu sangat penting, pedagang itu tugasnya ya melayani sebaik mungkin, memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang datang kesini”

Dan memang benar apa yang dikatakan oleh beliau, ketika saya masuk ke warung bubur kacang ijo ini, 3 hal yang beliau sampaikan tadi benar-benar beliau berikan, dari mulai tutur kata yang sopan, sampai pada ruangan yang terlihat bersih memang bisa dilihat, saat ini (ketika saya datang kesana) beliau dibantu oleh putra sulungnya (saya lupa menanyakan 🙂 nama mas’nya siapa ).

Pak Didi + Putra SulungBp. Didi Samhudi Salim + Putranya

Pelanggan WarungPelanggan Warung

Karena keberadaannya yang sudah 40 tahun inilah saya tuliskan cerita ini,
Suatu saat jika mampir ke Pasar Batang, cobalah cari di Parkir Pintu Masuk sebelah Timur, datang sendiri dan buktikan, walaupun hanya semangkuk kecil tapi membuat saya kekenyangan, padahal ketika disuguhkan sempat bertanya dalam hati, “Kok mangkuknya kecil gini, apa bakal kenyang ?” tapi ternyata dugaan saya salah.

Behind The Science :

  • Saya lupa nanya nama mas’nya
  • Saya juga lupa nanya warung ini buka dari jam berapa sampai berapa
  • Saya sempat diamarahin ibuk2 yg jualan di pinggir pintu masuk timur, gara2 parkir kendaraan sembarangan
  • Saya hujan2nan

71142016

07/01/2014 at 20:17 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

#Backsound [Flanella-STCP]
Bagaimanapun keadaanmu malam ini, mari kita sama-sama meminta pada Tuhan, di setiap penghujung sholat kita, disaat mata kita telah lelah menatap apa yang kita angankan, kita minta sama-sama dengan hati kita yang terdalam pada-Nya, pada Dia yang Maha segala, tak mudah bagi ku dan mungkin bagi kita, aku tutup mata dan telingaku malam ini rapat-rapat, aku sedang tak ingin mendengar apapun, aku sedang . . . . . ahhh entahlah . . . .

Tuhan, mohon malam ini bersihkanlah hati dan pikiranku dari kesedihan dan kemarahan.

Bangunkanlah aku esok dalam kedamaian, dalam harapan baik, dalam kelancaran urusan-urusanku, dan dalam keberkahan dari keselamatan dan rezeki dari  Mu. Aamiin . . .

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.