Neil Young – only love can break your heart

19/08/2014 at 19:53 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

When you were young and on your own
How did it feel to be alone?
I was always thinking of games that I was playing.
Trying to make  the best of my time.

But only love can break your heart
Try to be sure right from the start
Yes only love can break your heart
What if your world should fall apart?

I have a friend I’ve never seen
He hides his head inside a dream
Someone should call him and see if he can come out.
Try to lose the down that he’s found.

But only love can break your heart
Try to be sure right from the start
Yes only love can break your heart
What if your world should fall apart?

I have a friend I’ve never seen
He hides his head inside a dream
Yes, only love can break your heart
Yes, only love can break your heart

Jingga

13/08/2014 at 19:44 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

masa terberat bagiku, tanpamu . . .
kita tak lagi saling berkirim kabar, bukan karena ego, tapi keadaan, beberapa hari ini keadaan memaksa aku dan kamu seakan mulai saling menjauh, kita tak lagi semesra dahulu, ada sesak dalam dadaku pada tiap-tiap malam, disaat aku benar-benar merasakan kesendirian dan sunyi yang memaksa, mengingatmu, membayangkan dirimu yang makin menjauh, ahh benar-benar terasa menyesakkan, aku selalu mencoba menyibukkan diri dengan apapun, namun bayangmu masih saja terlintas, dan semua karena ulahku, karena aku benar-benar tak tahu bagaimana harus melangkah, sedangkan kamu dengan ketakutanmu yang justru membuatku . . . . . . ahh entahlahlah, lagi-lagi aku harus mengeluh.

Jingga, aku memberikanmu nama itu, nama yang melekat padamu bertahun-tahun ini, yang berarti warna yang menghias langit-langit kota diujung barat saat senja mulai menyapa, iya senja, karena aku pencinta senja, karena disaat itulah saat dimana semua orang melepas lelah dan kembali kerumah mereka masing-masing, saat itulah yang menjadi harapanku, dimana kamu akan menjadi tempat melepas lelahku, membangkitkan semangatku ketika letih menyapaku, seperti jingga, seperti itulah harapanku, dan kemudian aku menambahkan asha didepan namamu itu, yang berarti harapan. Namun warnamu kini seakan memudar dan senja sepertinya tak lagi jingga, dan lagi-lagi karena aku tak mampu melangkah, kemudian ketakutanmu memakiku. Kau tahu bahwa beberapa hari ini aku menikmati kota dengan kesendirian, hanya secangkir kopi yang menjadi teman sepiku dan asap putih itu yang menjadi penghangatku, masalah ini memenuhi otakku jingga dan aku masih tak tahu bagaimana harus menguraikannya tapi aku tahu,,, aku tahu,,, aku dan kamu masih saling merindu, dan kadang rindu memang menyakitkan ketika keadaan memaksa kita.

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.