kasih judul apa coba’

07/12/2014 at 19:48 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kamu yang tak lagi mendengar keluh kesahku, dan aku yang tak lagi bisa mengusap rambut diujung kepalamu saat kamu terlalu lelah dengan beragam pikiranmu, atau juga aku yang senyum-senyum sendiri menatapmu saat kamu bercerita banyak tentang hidup, kita tenggelam dalam diam, menggenggam tangan bersandarkan bahu-bahu kita.

Ah, kenangan itu muncul lagi, biasanya itu menjadi pertanda bahwa aku benar-benar merasakan kesepian, dulu kamu yang mewarnainya, mengisinya dengan berbagai cerita, dan kini . . . aku hanya bisa bersandar di dinding kamar menikmati itu semua, masih belum ada lagi yang mengisi cerita-ceritamu seperti dulu, masih belum ada yang mengisi relung-relung kosong jiwa ini, dan belum ada yang memarahiku ketika aku pulang malam 🙂

Aku tidak begitu menyukai saat-saat seperti ini, berbicara sendiri dengan kesepian yang menyapa, mengenangmu, mengenang kita yang dulu, mencoba menghubungimu, oh ya kadang aku juga ingin menghubungimu, masih ingin mengajakmu untuk makan bersama dan menikmati berdua, tapi aku sadar, aku tak perlu melakukannya, aku masih ingat kata terakhir smsmu, dan aku tak ingin itu terjadi lagi.

Suatu masa aku pernah berpapasan denganmu, kamu dengan temanmu waktu itu, aku yakin kamu juga melihatku, karena yang aku tahu dari dulu mata kamu lebih jeli dari Rajawali, setiap pergerakan yang melintas terlihat olehmu. Entah ada radar apa yang terpasang di bola matamu itu, beda denganku yang tak pernah peduli pada apa yang aku lihat, seperti mata kuda yang dipasang lengkap dengan kacamatanya, aku tidak pernah tahu apa yang lewat disamping, dan baru tahu setelah berpapasan kemudian menghilang. Itu kali terakhir aku melihatmu, sepersekian detik dari penglihatan, dan baru menyadari bahwa itu adalah kamu setelah menghilang dari pandangan.

Entahlah, sekarang dirumah aku lebih banyak diam, kalau dulu kau tahu aku orang yang tak banyak berkata-kata, sekarang bisa jadi lebih dari itu, tidur, bermain komputer atau hanya menatap dinding kosong kamarku, dan aku lebih sering pulang malam dan begadang, efeknya aku lebih sering telat masuk kerja karena bangun kesiangan,  teman . . . semua punya kehidupan sendiri, seperti dulu saat aku dengan kamu, aku hanya hidup denganmu, jadi kalau ada orang yang beranggapan bahwa dunia milik berdua mungkin itu benar, saat itu . . . bukan saat sekarang ini 🙂

Ada beberapa teman yang masih setia dari dulu, kaupun tahu siapa mereka, tapi memang hanya bisa berkumpul di akhir pekan, hari-hari yang lain mereka lewatkan di kota lain, merekalah yang menggantikanmu saat ini, karena dari merekalah aku bisa mengalihkan duniamu, kita hanya berbagi, minum kopi, atau menggelar tikar di angkringan-angkringan kecil, angkringan sederhana yang bisa berjam-jam kita duduki, bahkan sampai pagi, sampai mereka mengemasi barang dagangan mereka. Itu yang tidak kita dapatkan ketika kita berada di restoran-restoran atau kafe-kafe tempat biasa kita dulu sambangi. Angkringan, sederhana tempatnya berjubel cerita, tak ada rasa rikuh karena memang tak ada batasan waktu meskipun hanya memesan secangkir kopi. Hanya itu hiburanku, hari-hari biasanya aku tenggelam dalam pekerjaan, dan itu jadi obat terampuh untuk menepis kesepianku.

Sesekali beberapa teman ngajakin untuk naik gunung, beberapa waktu lalu Merbabu menjadi pelampiasanku untuk menghilangkan luka ini, lukaku tentangmu, tetapi walau mau dibawa kemanapun bahkan sampai ke puncak gunung manapun akan tetap saja masih sama, buktinya saat ini, aku masih saja menulis tentang kamu, menyakitkan bukan ? 🙂

Positif thingking aja, ini memang jalan kita, mau seberat apapun, mau sesedih apapun sepertinya hidup memang harus terus berjalan, kita nikmati saja saat-saat ini, gak ada gunanya melihat, gak ada gunanya nyawang, jalan aja terus, kuatkan kakimu sampai menuju puncak dan kembali lagi, kalau kakimu kuat sesekali bolehlah sambil berlari, kalau memang lagi down dan jalan kita menjadi terseok-seok itu wajar, dan teman . . . merekalah yang kadang meringankan beban kita, membawakan carrier yang terlalu berat untuk kita bopong serupa masalah hidup yang sedang kita hadapi, jadi ya berjalanlah terus sampai kita temukan hidup kita lagi, Ini bukan hanya buatmu, tapi juga buat aku pribadi. Itu saja yang bisa aku bagi denganmu malam ini.

Makasih,-

Advertisements

Berdamailah, suka ataupun tidak

05/12/2014 at 21:44 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

*Kesendirian menjadi hadiah yang terbaik. Keheningan menghadirkan pemikiran yang bergerak ke dalam, menembus rahasia terciptanya waktu. Keheningan mengapungkan kenangan, mengembalikan cinta yang hilang, menerbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan indah kegagalan. Hening menjadi cermin yang membuar kita berkaca—suka atau tidak pada hasilnya. (*dee)

Berbahagilah, setidaknya mencoba untuk berbahagia, yang kita tahu memang itu tak pernah mudah, setidaknya berpura-pura untuk menyibukkan diri sendiri, hanya dengan itulah cara terampuh untuk menampik, menepiskan kenangan yang justru makin menyayat ruang-ruang kesendirian.

Dan kemudian ada hal-hal lama yang pernah terkubur mulai bangkit dan kembali menggeliat, pelan tapi pasti, satu per satu mulai bermunculan mengais-ngais ingatan yang  seakan tak mau pulih menjadi kebiasaan baru, berdamailah dengan masa lalu, bernostalgialah hanya saja dengan ruang, waktu dan kondisi yang berbeda, yah apa yang kita lewati memang tidak pernah bisa berputar kembali, dan yang kita bisa lakukan hanyalah menikmatinya, seperti apapun rasanya.

Ada 1000 rasa malas yang menghantuiku untuk membuka mataku ketika pagi telah memanggil dan daun pintu yang mulai memaki keras, dan seringnya aku lebih memilih menarik selimutku kembali, menyumpal telingaku rapat-rapat dengan kapas atau kadang aku lebih memilih duduk diam memandangi dinding kamar tanpa aktifitas apapun. Berdamailah, berdamailah dengan keadaanmu, berdamailah dengan masa lalumu, berdamailah dengan kegagalan yang indah, suka ataupun tidak.

Salam untukmu, para pejuang hati

28/11/2014 at 20:19 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Melihat mereka disetiap senjaku, saat kaki mulai melangkah untuk kembali pulang, tak hanya bertahan sekali, berkali-kali aku lihat mereka masih tetap berdiri dengan keyakinannya, entah siapa yang memulai, entah siapa yang berada dibalik kegigihan mereka, aku yakin ada beribu pukulan tajam yang pernah menghantamnya, dan aku juga percaya ada masa dimana titik terendah pernah menghantui pikiran-pikiran mereka, namun lagi-lagi aku masih melihat mereka tetap berdiri dengan kakinya.

Ini yang aku suka, yang kadang menggugah pikiran-pikiranku, aku yakin ini bukan sekedar langkah instan yang kemudian usang, ini adalah proses panjang yang mereka lalui, mereka mencetak tidak hanya sekedar memakai, mereka membuat dan mencari tidak hanya sekedar menemukan, proses panjang yang penuh dengan rasa lelah dan ribuan pesimisme yang kadang melanda dan menjadi buliran pikiran negatif.

Aku iri, iri pada mereka yang berada dibalik layar, iri pada semangat dan kegigihan mereka, iri pada keyakinan mereka yang tak pernah padam, dan aku iri pada mereka yang tulus dari hatinya tanpa tendensi apapun, tanpa niat busuk, tanpa penindasan atau apapun itu namanya.

Selamat buat mereka, dan salam untukmu, para pejuang hati . . .

gak lagi berpuisi

26/11/2014 at 19:03 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

lagi kalut,
pikiran semrawut,
ni mulut maunya udut
aahh tapi kepala rasanya cenat cenut

bengel
urat leher pada pegel
atipun makin mangkel
rasanya pengen njungkel

anjing
kerjaan gak bisa pending
nyatanya memang pusing
kepala ikutan pening

Keinginan teraneh, rasa sakit dan kebersamaan

06/11/2014 at 23:04 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pernah suatu kali punya keinginan buat masuk rumah sakit, keinginan yang aneh dan tidak wajar ini tau-tau terlintas dalam benak dan pikiranku, kira-kira satu minggu setelahnya, hal itu benar-benar terwujud, dimana pada akhirnya membuat jera dan susah diri sendiri dan orang lain tentunya.

Tiga hari dengan selang kecil berada dihidung yang melewati kerongkongan sampai ke lambung dipasang dengan tujuan mengeluarkan semua cairan asam yang berada didalamnya benar-benar 1 hal yang membuat jera dan tak akan pernah terlupakan, sedikitpun tidak boleh makan ataupun minum sampai cairan asam itu benar-benar hilang, entah disebut apa kalau dalam dunia medis, tapi yang jelas banyak orang berujar itulah yang dinamakan sakit maag kronis, dimana lambung memproduksi asam yang berlebih, sering telat makan ataupun pola makan yang tidak teratur itu mungkin penyebabnya, bahkan ada juga yang bilang karena penyakit pikiran.

Tapi kalau dari aku sendiri, alasan yang pertamalah yang paling dominan menjadi penyebab semua itu.

Kehidupan anak kost yang jauh dari orangtua dan menjadi perantau dikota orang kadang mau tidak mau menjadi alasan utama untuk menghemat pengeluaran terutama jatah makan yang biasanya ketika tinggal dirumah bisa 3 atau 4 kali dalam sehari, dipangkas agar bisa bertahan sampai ada kiriman baru dari orangtua. Dan akhirnya membentuk pola yang tidak teratur, hal inilah yang menjadi faktor utama sakit maag yang aku alami, semakin lama semakin chronis dan mau tidak mau rawat inap menjadi jalan keluarnya.

Pernah seorang teman menyarankan ‘ayolah, kalau kau memang tidak sempat makan dengan kegiatanmu yang seabreg gini, cari saja roti coklat atau brownis buat mengganjal perutmu’ nasehat yang sampai sekarang tidak pernah aku lupa, dan entah karena suggesti atau apa, memang setelah makan roti brownis perut terasa lebih nyaman dan agak sedikit bertahan lama, tahan lama dalam artian perut tidak terlalu keroncongan.

Tapi itu berlaku hanya untuk mencegah bukan mengobati rasa sakit yang ditimbulkan karena maag. Pada akhirnya pola makan yang teratur itulah yang bisa menyembuhkannya.

Kalau aku ingat masa-masa itu, masa dimana sakit maag sering bolak-balik menyerang adalah tentang kepedulian kawan-kawan kost yang mau ikut merawat sampai benar-benar pulih kembali, walaupun tidak senyaman ketika dirawat oleh nyokap tetapi merekalah yang selalu ada saat itu. Dan menceritakan mereka membuatku rindu akan kebersamaan yang dulu pernah terjalin dengan mereka.

menolak rindu ?

22/09/2014 at 18:23 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

aku menolak rindu,
rinduku tentangmu,
rindu yang pada akhirnya menggores luka,
dan kenyataan yang berujung perih

Lagi-lagi ini tentang kamu jingga, entah berapa kali rasa rindu harus singgah dalam pemikiranku, dan entah berapa kali semua berujung pada kenyataan bahwa kamu memang benar tak lagi disisiku, kamu masih selalu hadir, bayangmu dan semua kenangan itu masih saja muncul disaat aku berada pada puncak kerinduan, disaat aku benar-benar merasakan kesepian. Kadang aku tak pernah sanggup untuk menolak rindu yang datang saat kesepian itu menyapaku, kadang aku juga tak pernah mampu menghapus memori tentangmu dan perjalanan setengah windu bersamamu. Aku benar-benar kehilanganmu, jejakmu yang tertinggal hanya dalam kenangan selebihnya aku tak pernah lagi tahu tentangmu, kita tak lagi saling berkirim kabar, apalagi sekedar untuk bersua dan menumpahkan rindu.

Titik Terendah

13/09/2014 at 19:45 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

saat semua masalah dan letih menyapa, bersamaan
mempertanyakan kembali semua yang pernah kita mulai
suatu masa dalam hidup, kita pernah mengalaminya
titik terendah

terjatuh, tenggelam dan tersesat
bangkit hanya menjadi pemanis dilidah,
tanpa pernah terucap, lemah

Tanpanya . . .
pada Yang Maha Bijaksana

Neil Young – only love can break your heart

19/08/2014 at 19:53 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

When you were young and on your own
How did it feel to be alone?
I was always thinking of games that I was playing.
Trying to make  the best of my time.

But only love can break your heart
Try to be sure right from the start
Yes only love can break your heart
What if your world should fall apart?

I have a friend I’ve never seen
He hides his head inside a dream
Someone should call him and see if he can come out.
Try to lose the down that he’s found.

But only love can break your heart
Try to be sure right from the start
Yes only love can break your heart
What if your world should fall apart?

I have a friend I’ve never seen
He hides his head inside a dream
Yes, only love can break your heart
Yes, only love can break your heart

« Previous PageNext Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.