Keinginan teraneh, rasa sakit dan kebersamaan

06/11/2014 at 23:04 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pernah suatu kali punya keinginan buat masuk rumah sakit, keinginan yang aneh dan tidak wajar ini tau-tau terlintas dalam benak dan pikiranku, kira-kira satu minggu setelahnya, hal itu benar-benar terwujud, dimana pada akhirnya membuat jera dan susah diri sendiri dan orang lain tentunya.

Tiga hari dengan selang kecil berada dihidung yang melewati kerongkongan sampai ke lambung dipasang dengan tujuan mengeluarkan semua cairan asam yang berada didalamnya benar-benar 1 hal yang membuat jera dan tak akan pernah terlupakan, sedikitpun tidak boleh makan ataupun minum sampai cairan asam itu benar-benar hilang, entah disebut apa kalau dalam dunia medis, tapi yang jelas banyak orang berujar itulah yang dinamakan sakit maag kronis, dimana lambung memproduksi asam yang berlebih, sering telat makan ataupun pola makan yang tidak teratur itu mungkin penyebabnya, bahkan ada juga yang bilang karena penyakit pikiran.

Tapi kalau dari aku sendiri, alasan yang pertamalah yang paling dominan menjadi penyebab semua itu.

Kehidupan anak kost yang jauh dari orangtua dan menjadi perantau dikota orang kadang mau tidak mau menjadi alasan utama untuk menghemat pengeluaran terutama jatah makan yang biasanya ketika tinggal dirumah bisa 3 atau 4 kali dalam sehari, dipangkas agar bisa bertahan sampai ada kiriman baru dari orangtua. Dan akhirnya membentuk pola yang tidak teratur, hal inilah yang menjadi faktor utama sakit maag yang aku alami, semakin lama semakin chronis dan mau tidak mau rawat inap menjadi jalan keluarnya.

Pernah seorang teman menyarankan ‘ayolah, kalau kau memang tidak sempat makan dengan kegiatanmu yang seabreg gini, cari saja roti coklat atau brownis buat mengganjal perutmu’ nasehat yang sampai sekarang tidak pernah aku lupa, dan entah karena suggesti atau apa, memang setelah makan roti brownis perut terasa lebih nyaman dan agak sedikit bertahan lama, tahan lama dalam artian perut tidak terlalu keroncongan.

Tapi itu berlaku hanya untuk mencegah bukan mengobati rasa sakit yang ditimbulkan karena maag. Pada akhirnya pola makan yang teratur itulah yang bisa menyembuhkannya.

Kalau aku ingat masa-masa itu, masa dimana sakit maag sering bolak-balik menyerang adalah tentang kepedulian kawan-kawan kost yang mau ikut merawat sampai benar-benar pulih kembali, walaupun tidak senyaman ketika dirawat oleh nyokap tetapi merekalah yang selalu ada saat itu. Dan menceritakan mereka membuatku rindu akan kebersamaan yang dulu pernah terjalin dengan mereka.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: