Jika apiku mulai padam, lalu . . .

11/07/2014 at 19:29 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kita manusia biasa bukan Tuhan yang penuh dengan kesempurnaan, entah kenapa dari kemarin ingin lari dari semuanya, aktifitas yang aku jalani, aku ingin berhenti, tiba-tiba saja pemikiran itu muncul dalam kepalaku, rasa lelah apa yang menyulutku sehingga pernyataan itu muncul, sepertinya ada yang hilang dalam diriku, tanpa sadar bahwa sepercik api yang selalu membangkitkanku, mencambukku untuk melakukan sesuatu, hari itu sepertinya telah pergi, aku merasa begitu malas menjalaninya.

Pagi itu aku datang tanpa sepatahkatapun, aku hanya berdiri diatas sepeda motorku dan tak berniat beranjak sedikitpun dari sana, masih tertutup rapat, sampah masih seperti biasa, sisa-sisa ueforia masih tertinggal, pandanganku tak beralih, pada apa yang berada dibalik sisa kaca, masih teringat jelas celoteh aku dengan mereka beberapa hari sebelumnya, dan semuanya tak mampu menyalakan api dalam dadaku.

Ada rasa getir, ada perasaan khawatir yang lebih besar dan mengalahkan apa yang selama ini aku jalani.
Ada setangkup kecewa yang memadamkannya.

Rasa itu, sepertinya mengalahkanku beberapa hari ini, rasa kecewa, karena aku manusia biasa, bukan Tuhan.

Jika apiku mulai padam, lalu apa …….

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: