Beranda dan kawan kecilku

29/04/2014 at 21:45 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

aku lirik jendela beranda, tak ada yang menarik, berpuluh-puluh menit yang ku lakukan hanya membolak-baliknya, hari ini terlalu letih bahkan untuk membuka game kesukaanku pun tak aku lakukan, kudapati beberapa kabar dari kawan, banyak yang masih belum selesai dengan tugasnya, aku yakin mereka juga merasakan hal yang sama, dan aku kira keadaan mereka pun tak jauh berbeda denganku, tinggal besok akan jadi seperti apa, inilah akibatnya ketika pertanyaan kami tidak pernah dijawab dengan baik, informasi jadi tak terarah dan jelas membuat kami merasakan kebingungan, padahal kita sama-sama menggunakan alat yang sama.

kembali ke jendela beranda, beberapa teman kecilku juga membuat status, ini  kawan-kawan lama yang sampai sekarang masih akrab meskipun hanya di situs jejaring sosial dan jarang bertatap muka, usia mereka jauh dibawahku dan masih bersekolah, tetapi dulu hampir tiap hari aku bertemu dengan mereka, dan aku pun tahu perkembangan mereka sewaktu dulu masih sangat kecil sampai sekarang yang sudah menginjak usia SMA, aku pencet tombol tulis komentar yang ada di bagian bawah statusnya, gendut salah satu dari kawan lamaku itu, aku agak lupa untuk mengingat nama panjangnya, kerap kali aku hanya memanggil gendut, entah kenapa tiap bertemu dengan anak yang berbadan lebih besar dari aku, aku memanggilnya dengan nama seperti itu, bukan bermaksud apa-apa tapi benar-benar spontanitas yang kemudian berkelanjutan, walaupun kadang ada yang sempat protes,🙂

Anak ini kadang juwet, kalau mau cubit dia akan mencubit beneran, kalau mau pukul diapun akan memukul beneran, tapi ya itulah yang membuatku akrab dengannya, banyak cubitan dan pukulan yang aku terima darinya tiap kali aku usilin dia, anaknya lucu, aku masih hutang traktiran sama dia, sebelum dia melanjutkan studinya dulu aku pernah berjanji akan mentraktir dia, tapi belum kesampaian sampai sekarang, dia pernah membawakan nasi kuning ke tempat kerjaku saat ultah, namun sayang pada waktu itu aku tidak masuk, tapi sempat aku ambil beberapa jam setelahnya.

Yiaah, kadang aku merasa rindu pada mereka, kawan-kawan kecil yang pernah mengisi satu bait cerita dalam sepenggal kisah perjalanan hidupku, ketika sudah jarang menyapa dan bertatap muka, ada pertanyaan yang selalu keluar dari mereka dan hampir selalu sama, “Mas pot kapan nikah ?” “Mas Pot kapan nyebar undangan ?” pertanyaan yang membuatku merenung dan berpikir untuk menjawabnya, aiiiihh…..

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: