Pasar Buah Musiman di Kota Batang

24/12/2008 at 21:30 | Posted in Kota Batang | 17 Comments

“Wes podho mendeg, rak usah ono sing mlaku ben tekan mengko koyo ngene terus”
(*Udah pada berhenti semua, tak usah ada yang jalan biar sampai nanti seperti ini terus*)
Teriak seorang tukang becak yang ada di hadapanku.

Becak

Pagi itu sekitar jam 09.00 WIB, aku bermaksud main ketempat kerjanya teman dan sekitar 100 meter sebelum sampai kesana aku sudah dihadang oleh kemacetan, kemudian kalimat diatas yang kudengar dari tukang becak yang ada didepanku, entah sebagai sindiran atau luapan emosi, untungnya aku bawa sepeda motor jadi dapat dengan mudah masuk disela-sela jalan yang masih tersisa.

Sampai didepan toko tempat kerjanya kawanku, aku tidak lantas turun dari motorku, aku sempat menikmati kemacetan kecil yang terjadi untuk beberapa saat, mengamati orang-orang yang lalu lalang disana, tukang becak tadi, pengemudi motor dan mobil yang melintas.

Keramaian pasar

Pasar musiman sedang terjadi
Kalimat itu yang terlintas dikepalaku, tukang becak, orang-orang yang lalu-lalang, pengendara mobil dan motor serta semua kesibukan yang ada disana, itu semua adalah sedikit dari keramaian yang ada di pasar buah itu, sebuah pasar kecil yang ada di desa Sambong, yang letaknya dekat dengan tempat tinggalku, ini bukan pasar induk, ini hanya sebuah pasar kecil yang terjadi jika ada musim-musim buah seperti saat ini, tak jarang kemacetan kecil terjadi karena memang proses jual beli yang ada di pasar ini berlangsung dipinggir-pinggir jalan. Selain kemacetan kecil hal lain yang dapat dilihat adalah keadaan yang sedikit kumuh apalagi jika malam harinya diguyur hujan, becek karena cembungan air tidak bisa dihindari, hal yang selalu terlihat jika kita menengok pasar tradisonal yang ada di negeri kita.

Di pasar sambong ini buah-buahan yang paling banyak dijual adalah rambutan, biasanya rambutan-rambutan yang sudah dimasukkan didalam karung ataupun pikulan ditimbang terlebih dahulu, 1 timbanngan biasanya dikenai biaya Rp. 500, setelah itu baru dilepas ke pembeli atau para pemborong.

Timbang

Ibu-Selain rambutan dijual juga durian, salah seorang penjual durian yang berasal dari Kandeman mengatakan biasanya dia datang ke pasar ini jam 07.00 pagi dan baru pulang sekitar jam 2 siang, 1 durian ada yang 15.000 tergantung dari besar-kecil serta rasa duriannya. Dan kalau soal rasa si Penjual memperbolehkan kita untuk mencicipi terlebih dahulu sebelum membeli.

Ketika aku tanya sudah berapa durian yang terjual si ibu itu hanya tersenyum, kemudian menjawab “Berapa ya mas, pokoknya sudah banyak mas…???”.

Bapak menawarSementara di sudut lain aku perhatikan seorang bapak-bapak sedang aktif menawar, namanya Pak Saud dari tirto Pekalongan, katanya sih dia berangkat dari rumahnya naik sepeda. Cukup lama dia melakukan tawar menawar dengan penjualnya, tapi ketika aku lihat lagi dia sudah membawa 1 bakul yang berisi sekitar 6-8 buah durian.

Karena sudah panas tersengat mentari, akupun beranjak masuk ke tokonya kawanku, dan dia menyapaku dengan sapaan khasnya “Piye lek…???” “eh, mau mencicipi rambutan gak, sebentar biar aku ambilkan”
Kemudian dia mengambil seikat rambutan dari pedagang yang ada didepan tokonya,,,

17 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aku tak mau bicara yang pertamaxxxxxxxx but cuma mau nulis yang pertamaxxxxxxxxxxx norax banget!si blue ya, kawan. baru kenal malah nyebelin…..plax! di tampar pakai uang seratus ribuan hehehe……
    salam perkenalan dan salam hangat selalu
    hmm…..nice posting banget!

  2. postingannya so hidup euy… berasa ikut kesana.. kirimin rambutannya dung bro..😉

  3. iya mas potter, lagi musim buah di mana-mana.

    di rumah mas potter juga ada panen buah nggak? kalau ada sekalian aja saya ‘ngerampok’ sambil jalan-jalan kd tempat mas potter

  4. coba yg nulis ini pejabat, ato ibu2 pejabat yg hidupnya hedoon … mgkin saat ini sdg menimbang2, perhiasan mana yg akan dibeli minggu ini…

    lalu terdengat bpk tadi bicara.
    “Wes podho mendeg, rak usah ono sing mlaku ben tekan mengko koyo ngene terus”

    yaah, berhenti berkembang bangsaku

  5. semua ada musimnya, semua ada waktunya..itu baru adil…hehehe

  6. whohoho beuh yakin tu rambutan pasti murah… yang jual barengan gitu..

  7. hhmm kalo lihat duren bawaannya ngiler melulu hehehe

  8. wah ini daerah mana ya keliatan asyik

  9. ha..ha..rambutannya bikin ngiler aja mas potter,waduh habis brapa iket rambutan mas.hati2 lho nanti jadi nambah banyak rambutnya, he..he..mending kamu nglamar kerja jadi wartawan aja dech mas, ada bakat tuh…..

  10. waaahhh jadi pengen ke semarang khlo tengok buah2an

    di sini mahaaaallll banget harga buah…

    apalgi durin yang kecil aja harganya 40.000,-….

    hiks…hiks…

  11. aku santai santai duluya,sahabat
    met tahunbaru
    salam hangat selalu

  12. klo durennya bisa dicicipi dulu, mending nyicipin aja teus ya, ga’ usah beli. hehe.
    klo alpukat kira” ada ga ya?

    salam kenal ya bro.=)
    main” ke blog saya..

  13. piye lek kiQ wong batang juga intok kenalan ra? omahe sampean batang ndi? trus kerjane opo? umure piro?

    Pertanyaanmu komplit banget kang, yo entuklah, aku wong wirosari, lha dirimu mbatange ngendi kang?

  14. Sing pengin alpukat neng ngomahku..Pulkate muantap coy..Slm kenal kabeh wae..Ok coy?

    enak nich, gratis gak coy, alamate dimana, ntar tak mampir kalo ke sana

  15. Aku tnggl neng sekitar pagilaran area Sebelah timur..Nanti tak kbrin maneh kl dah pada mateng coz masih cuilik2 he he..Di jamin gruatis ok coy.

  16. aq jg wonk btg lek…lngkape tulis,sg okeh durene,he..slm kenal wae..

    Salam Kenal juga, matur nuwun wes sudi mampir kesini

  17. KEMACETAN TERJADI KRNA PDAGANG BUAH GAK PDA MASUK AREA PASAR ,DIA LEBIH SUKA BERJUALAN D PINGGIR JALAN,PDAHAL KLO D TINJAU KMBALI PASAR SAMBONG BAGIAN DALAM MASIH KOSONG.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: