Angkringan Malam Bedagan
Kamis, 8 Desember 2011 pukul 12:02 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarSetiap tempat,setiap moment, setiap peristiwa selalu tak sama rasa yang kita peroleh, ditempat yang sama dengan moment yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda. Di tempat yang sama, dalam moment yang sama tapi waktunya berbeda rasa yang kita peroleh akan berbeda pula.
lagi ngomongin apaan sich, bingung kan, sama . . . aku yang nulis juga bingung, hahahaha . . .
Intinya saat ini aku rindu suasana ketika di Semarang dulu, suasana malam di kampung Bedagan Semarang, tempat kost ku dulu, ada angkringannya mas Eko dan Gedung sekolah dasar yang biasa dijadikan tempat mangkal untuk makan malam, tikar, semangkok mie rebus + telornya, rokok, teh hangat dan suasana malam tanpa atap-atap rumah, dan hanya ada langit luas yang terpampang ketika aku dan kawan-kawan merebahkan tubuh diatas tikar-tikar mas eko.
Malam bebas tanpa batas, maksudnya waktu itu kita bisa sampai tengah malam duduk-duduk disana tanpa ada rasa sungkan walaupun hanya makan mie rebus, teh hangat dan sebungkus rokok.
Bagaimana kabarnya Mas, angkringanmu kini tak pernah ku jumpai . . .
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

