Ayo Nak Jangan Terlambat Lagi,
Kamis, 18 Agustus 2011 pukul 21:34 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarHampir setiap pagi aku melihatnya berdiri diluar kelas, memandang kawan-kawannya dari luar ruangan, hangatnya sinar mentari pagi itu mungkin sangat terasa di sekujur tubuhnya, aku terus saja mengamatinya, ada rasa iba dalam diriku ketika aku berdiri disudut yang lain memandangi setiap gerak geriknya, namun tak banyak yang bisa aku lakukan.
****************
Namanya M. Amrullah, siswa pindahan kelas VIII tahun ini, Ya, hampir setiap pagi dia selalu berdiri di luar ruangan kelas karena terlambat, pernah sekali orang tuanya dipanggil berkaitan dengan keterlambatannya itu, namun apa daya orang tua hanyalah orang tua yang hanya bisa menasehatinya, selebihnya itu tergantung dari diri yang bersangkutan, ibunya telah menasehatinya berulang kali untuk bangun lebih awal namun masih saja aku melihatnya selalu berdiri di depan kelasnya tiap pagi, ayahnyalah yang cukup berperan bagi dirinya karena hanya pada beliaulah dia merasa takut, namun saat-saat ini beliau (ayahandanya) masih berada di luar kota, alhasil tak ada yang membuatnya takut ketika dia melakukan sesuatu, begitu yang diceritakan oleh ibundanya waktu itu.
Anak ini tubuhnya sedikit gempal, agak gemuk, mungkin hampir sama dengan tokoh cerita dalam versi majalah Bobo, Paman Gembul, begitu pula dengan rambutnya yang lurus tapi juga mengikuti bentuk tubuhnya, aku tersenyum menggeleng-gelengkan kepala tiap kali melihatnya berlari-lari kecil dari ujung sekolahan tiap pagi itu, “Amrullah … Amrullah … berdiri lagi deh kamu”
Suatu ketika aku pernah menyapanya, kutanyakan kenapa masih saja datang terlambat, “bangunnya kesiangan pak” dan pertanyaan lain untuk mengungkap alasannya tak pernah lagi aku tanyakan, mungkin karena ini masih puasa Ramadhan karena itu aku tak melanjutkannya lagi, memang kebiasaan kita sehabis saur di Bulan Ramadhan tidur sehabis Sholat Subuh menjadi aktivitas yang tak bisa dielakkan, dan hal itu yang kadang membuat kita terlambat untuk beraktivitas.
Aku berharap esok pagi dia tak lagi berada disana, diluar ruang memandangi tiang bendera yang warnanya mulai pudar tergerus oleh waktu, Ayolah Nak Jangan Lagi Kau Datang Terlambat Pagi Ini, tidurlah lebih awal dan siapkan semuanya sebelum denting bel sekolah berbunyi pukul 07.00 pagi ini.
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
