Road To Ganesha, Silurah – sodong,

Jumat, 17 April 2009 at 16:03 | In Uncategorized | 3 Comments

Kamis, 09 April 2009 sekitar jam 3 sore, aku mengajak seorang kawan untuk mencari keberadaan salah satu situs yang ada di kotaku, pada awalnya aku sendiri tak tahu bentuk situs itu, apakah sebuah prasasti, patung atau yang lain, yang aku tahu dari seorang kawan bahwa situs peninggalan jaman dahulu itu terletak di daerah sodong. Tanpa tahu keberadaan pasti letaknya, kondisi jalan ataupun medannya dan hanya berbekal tas pinggang dan sebuah kamera, aku dan temanku akhirnya berangkat kesana.

gapura-sodongsodong-2


"Gapura desa sodong, Wonotunggal - Batang"


Karena letak desa Sodong yang di daerah pegunungan, perjalanan kamipun diisi dengan tanjakan dan turunan, dan aku sempat berhenti ketika tepat berada di sebuah Gapura selamat datang, sejenak aku menikmati pemandangan yang ada di sana sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kembali.

Papan Petunjuk Ganesha

Perjalanan dengan motor berakhir ketika kami menjumpai papan petunjuk ini, karena memang jalan selanjutnya tidak bisa kami lalui dengan naik kendaraan, aku sendiri sempat ragu apakah akan melanjutkannya atau tidak, karena bingung kendaraanku harus aku taruh dimana sedangkan kondisi di daerah itu memang sangat sepi dan jarang ada penduduk yang lewat, “Nanggung udah sampai sini” kata temanku, dan akhirnya aku dan temenku pun melanjutkan perjalanan dengan turun ke bawah sesuai petunjuk papan itu, dengan jalan kaki tentunya. Kondisi jalan yang turun dan agak licin membuat kami harus berhati-hati, agak jauh memang dan sangat melelahkan, tapi aku dan kawanku tetap bersemangat, sampai akhirnya tibalah kami di sini,

Ganesha upganesha-up

patung-ganeshaganesha

Dan ini sebuah data yang aku dapatkan di situs websitenya kabupaten batang yang menceritakan tentang keberadaan Situs patung Ganesha di desa Silurah-Sodong Kecamatan wonotunggal, Kabupaten Batang.

patung-ganeshaPrasasti Canggal sebagai bukti sejarah Indonesia yang dibuat pada tahun 732 M atas perintah Raja Sanjaya menyebutkan bahwa “di Pulau Jawa yang masyhur ada seorang raja bernama Sanna”.
Sanna yang agung atau “Mahasanna” kemudian berubah menjadi Mahasin dan orang sekarang menyebutnya dengan Masin, adalah sebuah desa di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

Apakah diwilayah ini dahulu kerajaan Mahasin berada ?.

Tersebutlah kerajaan Mahasin dengan rajanya Senna yang memerintah rakyatnya dengan adil dalam waktu yang lama. Pada tahun 684 M Mahasin digempur oleh Sriwijaya.

Senna bersama dengan putra mahkotanya lari kearah selatan mendirikan padepokan di Desa Silurah, ditandai dengan adanya situs misterius dengan patung Ganesya dan peninggalan purbakala bercorak Hindu lainnya, sedangkan Sanjaya sebagai putra mahkota diungsikan ke selatan di kaki gunung Merapi.

Sebagai tempat pelarian, sampai sekarang situs Silurah ini masih berbau mistis yang menyatakan bahwa pegawai pemerintah dilarang mendekati wilayah tersebut. Disamping patung Ganesya yang terletak di lembah pertemuan antara sungai Retno dengan sungai Semilir, masih banyak peninggalan purbakala di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal ini, seperti lingga dan yoni sebagai lambang kesuburan serta umpak berundak bekas reruntuhan candi.

Link Terkait :

  1. Harian Umum Suara Merdeka, 28 Februari 2005
  2. Keativa.com, 18 Oktober 2006
  3. Blog Pena Pantura, 20 September 2008
  4. Website Kabupaten Batang.

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Waah masih bisa berpetualang yah..kereen ayo cari lg situs2 yg blum terungkap..

  2. apa resiko kalau pegawai pemerintah melanggar mendekati wilayah Silurah tersebut. Disamping patung Ganesya yang terletak di lembah pertemuan antara sungai Retno dengan sungai Semilir, tempat dan sejarah apa lagi yang bisa di tuturkan? klo bisa ada petanya.
    Pada tahun 684 M Mahasin digempur oleh Sriwijaya, digempurnya di daerah mana dan sekarang namanya kota apa ya? istana raja Sanna diletaknya di mana? cikal bakal raja sanna silsilahnya gemana? sejarah ini menarik, karena aku belum pernah dengar raja-raja sebelum singosari atau majapahit atau yang lainnya.

  3. kereeen juga ya..?
    gw yang asli orang Batang aj blom pernah maen kesitu lho…
    ntar klo pulang kampung maen ah…


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.