KIRAB PUSAKA ABIRAWA – KOTA BATANG
Minggu, 26 April 2009 at 12:54 | In Uncategorized | 4 CommentsJum’at, 24 Aprill 2009 di kota Batang tepatnya mulai di depan rumah dinas Bupati Batang ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan Pawai Kirab Pusaka Abirawa yang di selenggarakan rutin tiap 1 tahun dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Batang tanggal 08 April. Tradisi kirab ini sudah dimulai sejak tahun 2003 sebagai upaya untuk melestarikan tradisi dan nilai budaya bangsa yang merupakan aset wisata yang tidak ternilai harganya.
Apa Sih Pusaka Abirawa Itu…???
Road To Ganesha, Silurah – sodong,
Jumat, 17 April 2009 at 16:03 | In Uncategorized | 3 CommentsKamis, 09 April 2009 sekitar jam 3 sore, aku mengajak seorang kawan untuk mencari keberadaan salah satu situs yang ada di kotaku, pada awalnya aku sendiri tak tahu bentuk situs itu, apakah sebuah prasasti, patung atau yang lain, yang aku tahu dari seorang kawan bahwa situs peninggalan jaman dahulu itu terletak di daerah sodong. Tanpa tahu keberadaan pasti letaknya, kondisi jalan ataupun medannya dan hanya berbekal tas pinggang dan sebuah kamera, aku dan temanku akhirnya berangkat kesana.
"Gapura desa sodong, Wonotunggal - Batang"
Bloggership Award
Senin, 6 April 2009 at 15:24 | In Uncategorized | 7 CommentsKemarin ketika lagi ngecek email ada email yang masuk, setelah aku buka ternyata itu email dari wordpress bahwa ada comment di blogku dari awalludin dan disitu tertulis bahwa aku dapet award dari blognya dia, Bloggership award 2009. hehehehe…untuk pertama kalinya blogku dapat award dari seseorang, Thank’s ya wal atas awardnya.

Sepucuk Surat Perpisahan
Jumat, 3 April 2009 at 12:35 | In Uncategorized | 3 CommentsSepucuk surat ini tergeletak di meja server, surat yang baru saja di print dari seorang pengunjung warnet, namun tidak jadi diambil karena tinta print yang ngadat, sepucuk surat ini menyita perhatianku untuk beberapa saat, bahkan aku sempat membacanya berulang-ulang, ada segurat semangat yang dilontarkan untuk mewujudkan apa yang menjadi impiannya, meraih cita-citanya, dan pemberontakan atas situasi yang dihadapinya membuatnya seakan ingin bangkit dari sebuah keterpurukan, omongan-omongan miring dari beberapa orang menjadikannya pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju ibukota negeri ini , Jakarta, tempat orang mencari harapan dan segenggam rupiah.
Sepucuk surat untuk Ibunda dan Keluarganya, sebagai tanda pamit dari seorang putri tercintanya, aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang Ibu ketika menerima surat ini.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




