Amarah Pagi
Jumat, 9 Desember 2011 pukul 10:22 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar07.30 WIB <——————————————–
Ketika senyum telah terangkat dari rautan wajah
1 peristiwa memaksaku untuk menghujat
Memaksa darah mengitari ubun-ubun diujung kepala
Helaan nafas dan pujian asma-Nya
Semoga mendamaikan semua
“Astagfirullahaladziem”
“Astagfirullahaladziem”
“Astagfirullahaladziem”
Ampuni kami atas amarah pagi ini
Angkringan Malam Bedagan
Kamis, 8 Desember 2011 pukul 12:02 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarSetiap tempat,setiap moment, setiap peristiwa selalu tak sama rasa yang kita peroleh, ditempat yang sama dengan moment yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda. Di tempat yang sama, dalam moment yang sama tapi waktunya berbeda rasa yang kita peroleh akan berbeda pula.
lagi ngomongin apaan sich, bingung kan, sama . . . aku yang nulis juga bingung, hahahaha . . .
Intinya saat ini aku rindu suasana ketika di Semarang dulu, suasana malam di kampung Bedagan Semarang, tempat kost ku dulu, ada angkringannya mas Eko dan Gedung sekolah dasar yang biasa dijadikan tempat mangkal untuk makan malam, tikar, semangkok mie rebus + telornya, rokok, teh hangat dan suasana malam tanpa atap-atap rumah, dan hanya ada langit luas yang terpampang ketika aku dan kawan-kawan merebahkan tubuh diatas tikar-tikar mas eko.
Malam bebas tanpa batas, maksudnya waktu itu kita bisa sampai tengah malam duduk-duduk disana tanpa ada rasa sungkan walaupun hanya makan mie rebus, teh hangat dan sebungkus rokok.
Bagaimana kabarnya Mas, angkringanmu kini tak pernah ku jumpai . . .
Nyanyian Hujan
Jumat, 4 November 2011 pukul 14:38 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarSedih…
Seperti hujan di siang ini, air mata seakan rintikannya yang selalu turun tak henti, tak pernah berhenti, aku benar-benar merasakan kesepian, aku sendirian disini, di sekolah ini, sekarang ini.
Aku lebih sedih lagi ketika melihatnya, aku ingin menyapanya, aku ingin menemaninya, duduk disampingnya, bercanda dan mencandai dia, menggoda dia, dan dia pasti akan menampar pundak ini sambil berkata “Jail”, tapi aku tak bisa . . . aku takut melukainya untuk kesekian kali, aku takut aku tak bisa menepati janjiku.
Apa kabar dia disana, sedang apa dia, aku benar-benar merasa kangen dengannya, ada setangkup rindu di sore ini, candanya, senyumnya, kesetiaannya, aku rindu dia Tuhan, aku menangis ik, cengeng ya…
Tuhan, tak bisakah Engkau berikan aku kesempatan untuk bersamanya, disela-sela hujan yang telah berhenti ini aku meneteskan air mata untuknya, karena aku merindukannya, masih pantaskah aku untuk sekedar menitipkan salam padanya,
Ayo Nak Jangan Terlambat Lagi,
Kamis, 18 Agustus 2011 pukul 21:34 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarHampir setiap pagi aku melihatnya berdiri diluar kelas, memandang kawan-kawannya dari luar ruangan, hangatnya sinar mentari pagi itu mungkin sangat terasa di sekujur tubuhnya, aku terus saja mengamatinya, ada rasa iba dalam diriku ketika aku berdiri disudut yang lain memandangi setiap gerak geriknya, namun tak banyak yang bisa aku lakukan.
****************
Namanya M. Amrullah, siswa pindahan kelas VIII tahun ini, Ya, hampir setiap pagi dia selalu berdiri di luar ruangan kelas karena terlambat, pernah sekali orang tuanya dipanggil berkaitan dengan keterlambatannya itu, namun apa daya orang tua hanyalah orang tua yang hanya bisa menasehatinya, selebihnya itu tergantung dari diri yang bersangkutan, ibunya telah menasehatinya berulang kali untuk bangun lebih awal namun masih saja aku melihatnya selalu berdiri di depan kelasnya tiap pagi, ayahnyalah yang cukup berperan bagi dirinya karena hanya pada beliaulah dia merasa takut, namun saat-saat ini beliau (ayahandanya) masih berada di luar kota, alhasil tak ada yang membuatnya takut ketika dia melakukan sesuatu, begitu yang diceritakan oleh ibundanya waktu itu.
Anak ini tubuhnya sedikit gempal, agak gemuk, mungkin hampir sama dengan tokoh cerita dalam versi majalah Bobo, Paman Gembul, begitu pula dengan rambutnya yang lurus tapi juga mengikuti bentuk tubuhnya, aku tersenyum menggeleng-gelengkan kepala tiap kali melihatnya berlari-lari kecil dari ujung sekolahan tiap pagi itu, “Amrullah … Amrullah … berdiri lagi deh kamu”
Suatu ketika aku pernah menyapanya, kutanyakan kenapa masih saja datang terlambat, “bangunnya kesiangan pak” dan pertanyaan lain untuk mengungkap alasannya tak pernah lagi aku tanyakan, mungkin karena ini masih puasa Ramadhan karena itu aku tak melanjutkannya lagi, memang kebiasaan kita sehabis saur di Bulan Ramadhan tidur sehabis Sholat Subuh menjadi aktivitas yang tak bisa dielakkan, dan hal itu yang kadang membuat kita terlambat untuk beraktivitas.
Aku berharap esok pagi dia tak lagi berada disana, diluar ruang memandangi tiang bendera yang warnanya mulai pudar tergerus oleh waktu, Ayolah Nak Jangan Lagi Kau Datang Terlambat Pagi Ini, tidurlah lebih awal dan siapkan semuanya sebelum denting bel sekolah berbunyi pukul 07.00 pagi ini.
GOD is Not Blind
Minggu, 14 Agustus 2011 pukul 21:42 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarMemang tak mudah untuk memahami orang lain, kadang niat kita baik tapi kemudian kita justru merasakan tanggapan yang berbeda, entah apa yang menjadikan itu semua sebagai suatu masalah, kadang mereka berbicara ngawur, berbicara seadanya atau kadang kita yang salah dalam mengungkapkannya sehingga mendapatkan tanggapan yang berbeda.
Yach, kita tahu, kita semua bukan malaikat yang selalu berhati suci yang tak pernah salah dalam tingkah laku dan perbuatannya, kita juga tidak selalu dalam posisi yang benar.
Apapun yang orang lain lakukan pada diri kita, cobalah untuk tetap terus berbuat baik, dan Yang Maha Kuasa tidak pernah berhenti untuk melihat apa yang kita lakukan, semoga perbuatan baik kita menjadi berkah bagi diri kita, Amieen….
Selalu ada cerita saat hujan turun
Sabtu, 6 Agustus 2011 pukul 22:14 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarAku ingat saat hujan itu, saat hujan deras yang turun tiada henti dan membanjiri jalan-jalan yang kita lalui hari itu, setiap rintiknya seakan kerikil-kerikil kecil yang menampar muka kita, yang aku ingat adalah saat kau katakan ‘aku tak boleh sakit, tak boleh dan jangan sakit’
Masihkah kau ingat cerita saat hujan itu,,,
Mungkin benar kata seorang kawan, selalu ada cerita di balik hujan yang turun kala itu, dan aku rindu hujan sore kala itu . . .
Jangan Hanya Mendengar,
Jumat, 29 Juli 2011 pukul 23:02 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarJangan terlalu percaya terhadap apa yang kita dengar dan jangan jadikan apa yang kita lihat sebagai satu-satunya cara untuk menjudge orang lain, lihatlah dengan lebih dan dengarlah dengan lebih . . .
Maksudnya gini, ketika men-judge orang lain hanya berdasarkan apa yang kita dengar, ‘oh si anu tu katanya gini, oh si anu tu katanya gitu’ padahal semua itu masih katanya, belum jelas apa yang dia katakan itu benar apa tidak, kadang ada orang yang mulutnya begitu manis, begitu mudah mempengaruhi orang lain dengan argumen-argumennya yang dipengaruhi oleh subyektivitas pribadi yang lebih banyak hal buruknya daripada hal baiknya, maka apa yang akan terjadi?
Yang terjadi kita akan mendapatkan informasi yang salah yang jauh dari kebenaran.
Jadi kita harus bagaimana ?
Pahamilah apa yang terjadi, kalau perlu posisikan dirimu di posisi dia saat itu, dan lihatlah semua itu dengan mata hati jauhkan dari subyektivitas pribadi untuk mengambil satu keputusan.
Dan diam bukanlah jalan terbaik untuk melakukan semua itu, meskipun menyakitkan apapun itu harus kita ungkapkan, karena itu adalah sebuah pembelajaran bagi dia, bagi kita.
Sekolahku, MTs NU 02 Batang . . .
Selasa, 19 Juli 2011 pukul 21:41 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarHampir 1 tahu aku disini,,, ada kenangan yang bisa aku ceritakan, tentang kebersamaan, guyub rukunnya, semangatnya untuk terus membangun demi kemajuan sekolah ini.
Sekolah ini memang kecil, letaknya yang agak menjorok ke perkampungan, dan dipinggiran kota mungkin membuatnya kurang dikenal, ruang kelasnya hanya ada 4 ruang, 3 ruang kecil dan 1 ruang ukuran besar, belum mempunyai lapangan sendiri, ruang perpus dan lab pun masih menjadi 1 dengan ruangan kantor. Itulah kami . . .
Namun semua itu tidak menghalanginya untuk terus membangun dan membesarkan sekolah ini, dengan ketebatasan yang ada aku melihat masih ada semangat dari guru-guru untuk terus maju dan berkembang, setidaknya setelah pergantian kepala madrasah yang baru ini sedikit demi sedikit segala sistem yang dijalankan mulai berubah, disiplin, produktivitas kerja mulai ditegakkan, semua itu untuk mencapai prestasi yang lebih. Bahkan dengan semangat, beliau bapak kepala madrasah mengatakan bahwa tahun ini kita akan mewujudkan 1 prestasi, prestasi sekolah ataupun prestasi peserta didik semuanya akan digiatkan dalam rangka mencapai program kerja tersebut.
Kebersamaan yang indah.
Ada 1 kegiatan disini yang menjadi kegiatan rutin meskipun tidak setiap hari ataupun setiap minggu diadakan, makan bersama, ya makan bersama ini biasanya hari sabtu akhir pekan setelah kegiatan sekolah usai acara ini diadakan, bukan dari uang sekolahan namun dari hasil patungan atau iuran bersama, tiap guru membawa bekal sendiri kemudian dibawa ke sekolahan untuk kemudian dinikmati bersama, ada yang kebagian membawa nasi, tempe dan lauknya, es/minumannya, ataupun buah-buahan sebagai hidangan akhir atau pencuci mulut.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


